Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Untuk Membeli Benih Cabe Besar Merk Panah Merah Di Wilayah Kabupaten …(PRT-70)

Bookmark and Share
BAB I
PENDAHULUAN

1.       Latar Belakang
            Pemasaran merupakan fungsi penting bagi perusahaan, terutama perusahaan yang memproduksi suatu barang dan jasa, dan di pasarkan sendiri. Pemasaran bukan fungsi yang berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dengan fungsi-fungsi lain dari perusahaan. Usaha perencanaan pemasaran perusahaan berinteraksi di kondisikan atau di integrasikan dengan perencanaan fungsi-fungsi lain. Oleh karena itu keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya sangat tergantung pada kemampuan di dalam mengkombinasikan fungsi-fungsi yang ada secara optimal.

            Seperti di ketahui, perusahaan hidup dan tumbuh berkembang di dalam suatu lingkungan yang mengitarinya. Menurut Kotler ( 1985 ) lingkungan perusahaan khususnya lingkungan pemasaran,terdiri atas pelaku-pelaku dan kekuatan-kekuatan dari luar fungsi manajemen perusahaan, yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk mengembangkan dan mempertahankan transaksi yang sukses dengan para konsumen sasarannya.

            Lingkungan pemasaran perusahaan dapat di golongkan menjadi dua, yaitu lingkungan pemasaran mikro dan lingkungan pemasaran makro.  Lingkungan pemasaran mikro terdiri atas pelaku-pelaku dalam lingkungan pemasaran yang langsung berkaitan dengan perusahaan dan yang mempengaruhinya dalam melayani pasar. Mereka terdiri atas pemasok bahan mentah,perantara pemasaran,konsumen,pesaing dan anggota masyarakat lainnya. Lingkungan pemasaran makro terdiri atas kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi semua pelaku di dalam lingkungan pemasaran mikro, yaitu faktor demografi, ekonomi, teknologi, politik, hukum, sosial budaya dan lain-lain.
 
            Konsumen merupakan salah satu komponen lingkungan pemasaran perusahaan yang sangat penting. Mereka juga di pengaruhi oleh komponen-komponen lingkungan pemasaran makro yang terus–menerus berubah karena pengaruh satu komponen terhadap komponen lainnya.
            Salah satu tujuan kegiatan kegiatan pemasaran adalah untuk mempengaruhi konsumen atau calon konsumen agar mereka mau membeli barang atau jasa perusahaan pada saat mereka membutuhkan. Sebelum  kegiatan pemasaran di lakukan,perusahaan  perlu mempelajari dan memahami perilaku konsumen terlebih dahulu agar mereka dapat lebih tepat menetapkan kegiatan pemasarannya. Salah satu perilaku konsumen yang penting adalah perilaku dalam melakukan pembelian suatu barang dan jasa. Suatu kegiatan pembelian yang nyata merupakan salah satu tahap dari keseluruhan proses mental dan kegiatan fisik yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Keputusan untuk pembelian merupakan salah satu tahapan dalam proses pembelian. Sedangkan keputusan pembelian barang oleh konsumen terdiri atas beberapa sub keputusan ,yaitu:
a.                               Jenis barang yang hendak di beli
b.                              Merk barang yang hendak di beli
c.                               Penjual barang yang hendak di kunjungi
d.                              Jumlah barang yang hendak di beli
e.                               Waktu pembelian dan cara pembayarannya
            Keluarga sebagai suatu unit konsumen meruapakan subsistem dari system total perusahaan. Sebagai suatu subsistem perusahaan,keluarga juga akan terpengaruh oleh sub-subsistem yang lain,tentang siapa yang menjadi pengambil kepitusan dalam keluarga atas pembelian barang dalam suatu pasar merupakan sauatau hal yang sangat penting untuk di ketahui oleh pimpinan perusahaan terutama manager pemasaran. Hal ini di sebabakan berkaitan erat dengan seorang anggota keluarga dalam sebuah keputusan pembelian.

            Sebuah proses keputusan pembelian seoarang anggota keluarga dapat menjalankan satu atau berbagai peranan,yaitu sebagai initiator(pemrakarsa),influencer (yang mempengaruhi), decider (pengambil keputusan), buyer (pembelian) dan user ( pemakai), yang di maksud anggota keluarga di sini adalah suami,istri,anak-anak dan lain-lain.

            Dalam suatu keluarga,peranan-peranan dalam suatu pengambilan keputusan pembelian dapat di mainkan oleh :suami,istri,anak-anak maupun anggota keluarga yang lain. Mereka masing-masing dapat memainkan satu atau lebih peranan dalam pembelian suatu barang.

            Perusahaan perlu menyadari pentingnya mengetahui perbedaan peranan-peranan anggota keliarga tadi, untuk dapat mengembangkan strategi pemasaran yang optimal. Pengetahuan ini akan membantu perusahaan di dalam perencanaan dan pengembangan produk,menentukan pesan-pesan promosi,menentukan cara distribusi dan lain sebagainya.
            Wewenang pengambilan keputusan pembelian dalam keluarga itu banyak terletak di tangan istri atau suami,tergantung pada tipe suatu keluarga.
            Menurut Hebts (dalam loudon dan Bitta, 1998) tipe keluarga itu ada empat macam, yaitu:
1.                      Autonomic (otonomik),dimana jumlah keputusan pembelian dilakukan suami.
2.                      Husband Dominant (dominasi suami),dimana sebagian besar keputusan pembelian untuk rumah tangga di lakukan suami.
3.                      Wife Dominant (dominasi istri),dimana sebagian besar kepitusan pembelian dilakukan oleh istri.
4.                      Syncratie (sinkratik),dimana sebagian besar keputusan pembelian dilakukan secara bersama-sama oleh suami istri.
            Keterlibatan suami dan istri dalam keputusan pembelian suatu produk mungkin akan berbeda-beda sesuai dengan jenis produk yang akan di beli, dan ini memerlukan kesepakatan keduanya.

            Pada dasarnya perusahaan akan mengklasifikasikan produk kepada dua jenis.yaitu produk barang dan jasa. Sedangkan barang dapat di kalsifikasikan lagi kepada barang yang tidak tahan lama ( non durable goods ) dan bahan yang tahan lama ( durable goods ) .Berdasarkan  criteria tersebut produk dapat di bedakan menjadi: barang konsumen (consumers goods ) dan barang industri ( industrial goods )
            Pada dasarnya yang di maksud dengan barang konsumen adalah barang yang di konsumsi oleh kepentingan konsumen akhir (individu,rumah tangga ) dan bukan untuk tujuan bisnis. Secara umum barang konsumen dapat di klasufikasikan menjadi empat jenis, yaitu:Convinience Goods,Shooping Goods,Specialty Goods, dan Unsought Goods ( Fosten, 1997 )

            Salah satu barang konsumen yang menarik bagi peneliti adalah benih sayuran, yakni benih cabe besar. Dasar pertimbangannya adalah barang ini di beli konsumen di pedesaan terutama petani sayur-sayuran secara kontinyu. Petani Wilayah Kabupaten Biltar secara rutin dan kontinyu melakukan budidaya cabe besar, baik dalam skala kecil maupun skala luas. Tehnologi budidaya yang diterapkan cukup maju, dan dalam budidaya cabe besar tidak mengenal musim. Pembudidayaan sayuran di lakukan terus-menerus, walaupun kondisi cuaca sangat tidak mendulung. Disamping itu tanah dan suhudi Kabupaten  Blitar sangat mendukung dan cocok apabila di tanami sayuir-sayuran, tidak hanya cabe besar, juga sayuran lainnya seperti kobis, sawi, cabe rawit, ketimun dan lain-lain. Pemasaran hasil sayuran di Kabupaten Blitar juga sudah tertata rapi dan tidak ada kendala, bayak pedagang sayur di wilayah ini, bahkan ada pedagang sayur dari daerah lainnya ( Magetan, Malang, Surabaya, Kediri dan lain-lain ) yang mencari sayur ke wilayah Blitar.Dalam hal ini yang akan di teliti adalah benih cabe besar merk Panah Merah, dengan alasan merk Panah Merah adalah benih yang berkualitas dan sudah banyak di kenal petani sayur-sayuran. Benih sayuran yang di produksi oleh PT.East West Seed Indonesia yang lebih di kenal dengan merk Panah Merah ini sudah banyak di kenal dan di gunakan petani di Wilayah Kabupaten Blitar. PT.East West Seed Indonesia yang  berkedudukan di Ds.Benteng Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta Jawa Barat ini memang khusus memproduksi benih sayur-sayuran. PT.East West Seed Indonesia mempunyai laboratorium dan lahan penelian ( R & D ) sendiri, baik untuk lokasi/lahan dataran rendah, menengah dan dataran tinggi. Benih sayur-sayuran yang telah di hasilkan oleh PT.East West Seed Indonesia selain cabe besar adalah, tomat,terong,sawi,kacang panjang,buncis, gambas dan lain-lain. Bahkan ada beberapa varietas yang telah di ekspor ke beberapa negara. Dengan R & D yang di miliki PT.East West Seed Indonesia terus melakukan penelitian untuk menemukan varietas-varietas baru yang lebih ungguldan sesuai permintaan pasar. Kebutuhan petani sayuran terhadap produk benih pada umumnya tidak membedakan  jenis pendidikan, pekerjaan, jenis kelamin.Oleh  karena itu petani-petani di wilayah Kabupaten Blitar ,selalu membutuhkan benih sayur,kiranya tepat di pakai sebagai obyek penelitian.

            Dipilihnya obyek penelitian di Wilayah Kabupaten Blitar,dengan pertimbangan antara lain:
1.                      Benih sayuran di maksudkan untuk di pasarkan pada kelompok petani sayur yang kebanyakan tinggal di pedesaan, dan dan di budidayakan secara intensif.
2.                      Petani Kabupaten Blitar berasal dari berbagai latar belakang sosian, pendidikan yang beragam.
3.                      Responden adalah petani sayur,baik tua, muda ( tanpa membedakan usia ).

            Dalam penetuan jenis merk maupun spesifikasi benih cabe,pada umumnya konsumen mempunyai keinginan yang berbeda-beda antara konsumen yang satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu untuk mengetahui adanya kecenderungan keinginan para konsumen,khususnya petani  sayur-sayuran perlu kiranya di lakukan penelitian.
            Berdasarkan permasalahan-permasalahan di atas, peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani untuk membeli benih sayuran  cabe besar merk Panah Merah.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Post a Comment