Peranan Asam Amino Taurin Pada ASI

Air susu ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi yang utama dan aman bagi bayi. Selain berperan penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi, ASI juga terbukti memiliki efek proteksi bayi dari berbagai infeksi dan gangguan pencernaan, serta meningkatkan imunitas bayi. Pemberian ASI merupakan satu-satunya cara terbaik untuk meningkatkan hubungan psikologis antara ibu dan bayi. Dengan demikian, ASI memberikan manfaat dalam hal psikososial bayi disamping untuk pertumbuhan, perkembangan, dan proteksi.
Berkenaan dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi, berbagai kandungan nutrisi yang terdapat di dalam ASI sangat berperan. Secara biokimia, nutrisi yang terkandung di dalam ASI dibedakan menjadi dua, yaitu makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien ASI antara lain berupa karbohidrat, lemak, dan protein. Mikronutrien ASI diperankan oleh sejumlah mineral dan vitamin. Secara keseluruhan, semua komponen ASI tersebut memiliki efek yang sangat besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Salah satu komponen penting yang terdapat di dalam ASI adalah taurin.
Taurin merupakan salah satu salah satu asam amino bebas yang dihasilkan sebagai produk akhir dari metabolisme asam amino sulfur. Kandungan taurin pada air susu berbeda untuk tiap organisme. Pada manusia, kandungan taurin yang terdapat pada ASI lebih tinggi dibanding dengan sejumlah mamalia lain, seperti sapi dan kuda. Hal ini menyebabkan sebagian besar susu formula yang diperoleh dari sapi memiliki kandungan taurin yang sangat rendah bahkan tidak ada. Hal ini penting untuk diketahui mengingat taurin memiliki sejumlah efek yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Berbagai potensi taurin yang terkait erat dengan tumbuh-kembang bayi, antara lain berkenaan dengan pematangan sel saraf otak dan retina. Pada bayi, konsentrasi tertinggi taurin terdapat pada kedua macam sel tersebut. Selain pada sel saraf otak dan retina, taurin juga terdapat pada serebelum dan sel saraf tepi. Secara biomolekuler, taurin juga memiliki daya antioksidan yang berperan dalam memproteksi sel, terutama sel saraf, dari stres oksidatif. Taurin juga turut berperan pada perkembangan reproduksi neonatus. Jadi, taurin merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi, terutama yang berkenaan dengan pertumbuhan, perkembangan, serta proteksi sel saraf.

ReadmorePeranan Asam Amino Taurin Pada ASI

Makalah Penyakit Asma dan Cara Pencegahannya


Saat ini berbagai penyakit baru bermunculan bahkan dengan tingkat berbahaya yang sangat tinggi hingga menelan korban banyak dan sangat disayangkan penyakit-penyakit yang baru timbul dengan keganasan dan tidak ada obat yang dapat menyembuhkan pada pembuatan makalah ini saya mengangkat tema tentang penyakit ASMA yang tidak asing lagi di dunia medis penyakit ASMA ini merupakan Asma adalah suatu gangguan yang komplek dari bronkial yang dikarakteristikan oleh periode bronkospasme (kontraksi spasme yang lama pada jalan nafas).

Istilah asma berasal dari kata yunani yang artinya terengah – engah dan berarti serangan napas pendek. Meskipun dahulu istilah ini digunakan untuk menyatakan gambaran klinis napas pendek tanpa memandang sebabnya, sekarang istilah ini hanya ditunjukan untuk keadaan - keadaan yang menunjukan respon abnormal saluran napas terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkan penyempitan jalan napas yang meluas. Perubahan patofisiologi yang menyebabkan obstruksi jalan napas terjadi pada bronkus ukuran sedang dan bronkiolus yang berdiameter 1 mm. penyempitan jalan napas disebabkan oleh bronkospasme,edema mukosa dan hipersekresi mucus yang kental.

A. Pengertian Asma
Asma adalah keadaan saluran napas yang mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan, penyempitan ini bersifat sementara. Dalam Pendapat Lain Asma dapat diartikan:

Asma adalah suatu gangguan yang komplek dari bronkial yang dikarakteristikan oleh periode bronkospasme (kontraksi spasme yang lama pada jalan nafas). (Polaski : 1996).

Asma adalah gangguan pada jalan nafas bronkial yang dikateristikan dengan bronkospasme yang reversibel. (Joyce M. Black : 1996).

Asma adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan bronkhi berespon secara hiperaktif terhadap stimulasi tertentu. (Smelzer Suzanne : 2001).

Dari ketiga pendapat tersebut dapat diketahui bahwa asma adalah suatu penyakit gangguan jalan nafas obstruktif intermiten yang bersifat reversibel, ditandai dengan adanya periode bronkospasme, peningkatan respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkan penyempitan jalan nafas.

B. Penyebab Asma
Pada penderita asma, penyempitan saluran pernapasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan memengaruhi saluran pernapasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.

Makalah Penyakit Asma dan Pencegahannya
Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan (inflamasi) dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernapas.

Sel-sel tertentu di dalam saluran udara, terutama mastosit diduga bertanggungjawab terhadap awal mula terjadinya penyempitan ini. Mastosit di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya: - kontraksi otot polos - peningkatan pembentukan lendir - perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki. Mastosit mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen), seperti serbuk sari, debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang.

Tetapi asma juga bisa terjadi pada beberapa orang tanpa alergi tertentu. Reaksi yang sama terjadi jika orang tersebut melakukan olah raga atau berada dalam cuaca dingin. Stres dan kecemasan juga bisa memicu dilepaskannya histamin dan leukotrien.

Sel lainnya yakni eosinofil yang ditemukan di dalam saluran udara penderita asma melepaskan bahan lainnya (juga leukotrien), yang juga menyebabkan penyempitan saluran udara. Asma juga dapat disebabkan oleh tingginya rasio plasma bilirubin sebagai akibat dari stres oksidatif yang dipicu oleh oksidan.[1]

C. Gejala Asma
Frekuensi dan beratnya serangan asma bervariasi. Beberapa penderita lebih sering terbebas dari gejala dan hanya mengalami serangan serangan sesak napas yang singkat dan ringan, yang terjadi sewaktu-waktu. Penderita lainnya hampir selalu mengalami batuk dan mengi (bengek) serta mengalami serangan hebat setelah menderita suatu infeksi virus, olah raga atau setelah terpapar oleh alergen maupun iritan. Menangis atau tertawa keras juga bisa menyebabkan timbulnya gejala dan juga sering batuk berkepanjangan terutama di waktu malam hari atau cuaca dingin.[2]

Suatu serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan napas yang berbunyi (mengi, bengek), batuk dan sesak napas. Bunyi mengi terutama terdengar ketika penderita menghembuskan napasnya. Di lain waktu, suatu serangan asma terjadi secara perlahan dengan gejala yang secara bertahap semakin memburuk. Pada kedua keadaan tersebut, yang pertama kali dirasakan oleh seorang penderita asma adalah sesak napas, batuk atau rasa sesak di dada. Serangan bisa berlangsung dalam beberapa menit atau bisa berlangsung sampai beberapa jam, bahkan selama beberapa hari.

Gejala awal pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau di leher. Batuk kering di malam hari atau ketika melakukan olah raga juga bisa merupakan satu-satunya gejala. Selama serangan asma, sesak napas bisa menjadi semakin berat, sehingga timbul rasa cemas. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.

Pada serangan yang sangat berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karena sesaknya sangat hebat. Kebingungan, letargi (keadaan kesadaran yang menurun, dimana penderita seperti tidur lelap, tetapi dapat dibangunkan sebentar kemudian segera tertidur kembali) dan sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa persediaan oksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera dilakukan pengobatan. Meskipun telah mengalami serangan yang berat, biasanya penderita akan sembuh sempurna,

Kadang beberapa alveoli (kantong udara di paru-paru) bisa pecah dan menyebabkan udara terkumpul di dalam rongga pleura atau menyebabkan udara terkumpul di sekitar organ dada. Hal ini akan memperburuk sesak yang dirasakan oleh penderita.

D. JENIS-JENIS ASMA
Asma sering dicirikan sebagai alergi , idiopatik/non alergi, serta gabungan.
1. Asma alergi
Disebabkan oleh allergen / alergenalergen yang dikenal (misal: serbuk sari , binatang, amarah, makanan, jamur). Kebanyak allergen terdapat di udara dan musiman. Pasien dengan asma allergic biasanya mempunyai riwayat keluarga yang allergic dan riwayat medis masa lalu eczema / rhinitis allergic. Pemajanan terhadap allergen mencetuskan serangan asma. Anak-anak dengan asma allergic sering dapat mengatasi kondisi sampai masa remaja.

2. Asma idiopatik / non allergic
Tidak berhubungan dengan allergen spesifik.faktor – factor,seperti common cold, infeksi traktus respiratorius, latihan, emosi, dan polutan lingkungan dapat mencetuskan serangan.beberapa agen farmakologi, seperti aspirin dan agen anti inflamasi nonsteroid lain, pewarna rambut, antagonis beta – adrenergic, dan agen sulfit (pengawet makanan), juga mungkin menjadi factor. Serangan asma idiopatik atau non allergic menjadi lebih berat dan sering sejalan dengan berlalunya waktu dan dapat berkembang menjadi bronchitis kronis dan emfisema.

3. Asma Gabungan
Adalah bentuk asma yang paling umum. Asma ini mempunyai karakteristik dari bentuk allergic maupun bentuk ideopatic atau non allergic.


E. Diagnosa Asma
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas. Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pemeriksaan spirometri berulang. Spirometri juga digunakan untuk menilai beratnya penyumbatan saluran udara dan untuk memantau pengobatan. Menentukan faktor pemicu asma seringkali tidak mudah. Tes kulit alergi bisa membantu menentukan alergen yang memicu timbulnya gejala asma. Jika diagnosisnya masih meragukan atau jika dirasa sangat penting untuk mengetahui faktor pemicu terjadinya asma, maka bisa dilakukan bronchial challenge test.


F. Pengobatan Asma (Untuk Pengetahuan Saja/Tidak ada jaminan)
Obat-obatan bisa membuat penderita asma menjalani kehidupan normal. Pengobatan segera untuk mengendalikan serangan asma berbeda dengan pengobatan rutin untuk mencegah serangan.

Agonis reseptor beta-adrenergik merupakan obat terbaik untuk mengurangi serangan asma yang terjadi secara tiba-tiba dan untuk mencegah serangan yang mungkin dipicu oleh olahraga. Bronkodilator ini merangsang pelebaran saluran udara oleh reseptor beta-adrenergik.

Bronkodilator yang bekerja pada semua reseptor beta-adrenergik (misalnya adrenalin), menyebabkan efek samping berupa denyut jantung yang cepat, gelisah, sakit kepala dan tremor (gemetar) otot. Bronkodilator yang hanya bekerja pada reseptor beta2-adrenergik (yang terutama ditemukan di dalam sel-sel di paru-paru), hanya memiliki sedikit efek samping terhadap organ lainnya. Bronkodilator ini (misalnya albuterol), menyebabkan lebih sedikit efek samping dibandingkan dengan bronkodilator yang bekerja pada semua reseptor beta-adrenergik.

Sebagian besar bronkodilator bekerja dalam beberapa menit, tetapi efeknya hanya berlangsung selama 4-6 jam. Bronkodilator yang lebih baru memiliki efek yang lebih panjang, tetapi karena mula kerjanya lebih lambat, maka obat ini lebih banyak digunakan untuk mencegah serangan.

Bronkodilator tersedia dalam bentuk tablet, suntikan atau inhaler (obat yang dihirup) dan sangat efektif. Penghirupan bronkodilator akan mengendapkan obat langsung di dalam saluran udara, sehingga mula kerjanya cepat, tetapi tidak dapat menjangkau saluran udara yang mengalami penyumbatan berat. Bronkodilator per-oral (ditelan) dan suntikan dapat menjangkau daerah tersebut, tetapi memiliki efek samping dan mula kerjanya cenderung lebih lambat.

Jenis bronkodilator lainnya adalah theophylline. Theophylline biasanya diberikan per-oral (ditelan); tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari tablet dan sirup short-acting sampai kapsul dan tablet long-acting. Pada serangan asma yang berat, bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah).

Jumlah theophylline di dalam darah bisa diukur di laboratorium dan harus dipantau secara ketat, karena jumlah yang terlalu sedikit tidak akan memberikan efek, sedangkan jumlah yang terlalu banyak bisa menyebabkan irama jantung abnormal atau kejang. Pada saat pertama kali mengonsumsi theophylline, penderita bisa merasakan sedikit mual atau gelisah. Kedua efek samping tersebut, biasanya hilang saat tubuh dapat menyesuaikan diri dengan obat. Pada dosis yang lebih besar, penderita bisa merasakan denyut jantung yang cepat atau palpitasi (jantung berdebar). Juga bisa terjadi insomnia (sulit tidur), agitasi (kecemasan, ketakuatan), muntah, dan kejang.

Corticosteroid menghalangi respon peradangan dan sangat efektif dalam mengurangi gejala asma. Jika digunakan dalam jangka panjang, secara bertahap corticosteroid akan menyebabkan berkurangnya kecenderungan terjadinya serangan asma dengan mengurangi kepekaan saluran udara terhadap sejumlah rangsangan.

Tetapi penggunaan tablet atau suntikan corticosteroid jangka panjang bisa menyebabkan:
1. gangguan proses penyembuhan luka
2. terhambatnya pertumbuhan anak-anak
3. hilangnya kalsium dari tulang
4. perdarahan lambung
5. katarak prematur
6. peningkatan kadar gula darah
7. penambahan berat badan
8. kelaparan
9. kelainan mental.

Tablet atau suntikan corticosteroid bisa digunakan selama 1-2 minggu untuk mengurangi serangan asma yang berat. Untuk penggunaan jangka panjang biasanya diberikan inhaler corticosteroid karena dengan inhaler, obat yang sampai di paru-paru 50 kali lebih banyak dibandingkan obat yang sampai ke bagian tubuh lainnya. Corticosteroid per-oral (ditelan) diberikan untuk jangka panjang hanya jika pengobatan lainnya tidak dapat mengendalikan gejala asma.

Cromolin dan nedocromil diduga menghalangi pelepasan bahan peradangan dari sel mast dan menyebabkan berkurangnya kemungkinan pengkerutan saluran udara. Obat ini digunakan untuk mencegah terjadinya serangan, bukan untuk mengobati serangan. Obat ini terutama efektif untuk anak-anak dan untuk asma karena olah raga. Obat ini sangat aman, tetapi relatif mahal dan harus diminum secara teratur meskipun penderita bebas gejala.

Obat antikolinergik (contohnya atropin dan ipratropium bromida) bekerja dengan menghalangi kontraksi otot polos dan pembentukan lendir yang berlebihan di dalam bronkus oleh asetilkolin. Lebih jauh lagi, obat ini akan menyebabkan pelebaran saluran udara pada penderita yang sebelumnya telah mengonsumsi agonis reseptor beta2-adrenergik.

Pengubah leukotrien (contohnya montelucas, zafirlucas dan zileuton) merupakan obat terbaru untuk membantu mengendalikan asma. Obat ini mencegah aksi atau pembentukan leukotrien (bahan kimia yang dibuat oleh tubuh yang menyebabkan terjadinya gejala-gejala asma).

Pengobatan untuk serangan asma
Suatu serangan asma harus mendapatkan pengobatan sesegera mungkin untuk membuka saluran pernapasan. Obat yang digunakan untuk mencegah juga digunakan untuk mengobati asma, tetapi dalam dosis yang lebih tinggi atau dalam bentuk yang berbeda.

Agonis reseptor beta-adrenergik digunakan dalam bentuk inhaler (obat hirup) atau sebagai nebulizer (untuk sesak napas yang sangat berat). Nebulizer mengarahkan udara atau oksigen dibawah tekanan melalui suatu larutan obat, sehingga menghasilkan kabut untuk dihirup oleh penderita. Pengobatan asma juga bisa dilakukan dengan memberikan suntikan epinephrine atau terbutaline di bawah kulit dan aminophyllins theophylline) melalui infus intravena.

Penderita yang mengalami serangan hebat dan tidak menunjukkan perbaikan terhadap pengobatan lainnya, bisa mendapatkan suntikan corticosteroid, biasanya secara intravena (melalui pembuluh darah). Pada serangan asma yang berat biasanya kadar oksigen darahnya rendah, sehingga diberikan tambahan oksigen. Jika terjadi dehidrasi, mungkin perlu diberikan cairan intravena. Jika diduga terjadi infeksi, diberikan antibiotik.

Selama suatu serangan asma yang berat, dilakukan:
1. pemeriksaan kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah
2. pemeriksaan fungsi paru-paru (biasanya dengan spirometer atau peak flow meter)
3. pemeriksaan rontgen dada.

Pengobatan jangka panjang
Salah satu pengobatan asma yang paling efektif adalah inhaler yang mengandung agonis reseptor beta-adrenergik. Penggunaan inhaler yang berlebihan bisa menyebabkan terjadinya gangguan irama jantung.

Jika pemakaian inhaler bronkodilator sebanyak 2-4 kali/hari selama 1 bulan tidak mampu mengurangi gejala, bisa ditambahkan inhaler corticosteroid, cromolin atau pengubah leukotrien. Jika gejalanya menetap, terutama pada malam hari, juga bisa ditambahkan theophylline per-oral.


G. Pencegahan Asma
Serangan asma dapat dicegah jika faktor pemicunya diketahui dan bisa dihindari. Serangan yang dipicu oleh olah raga bisa dihindari dengan meminum obat sebelum melakukan olah raga. Selain itu Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri. Penyebab yang mungkin dapat saja bantal, kasur, pakaian jenis tertentu, hewan peliharaan kuda, detergen, sabun , makanan tertentu,jamur dan serbuk sari. jika serangan berkaitan dengan musim maka serbuksari dapat menjadi dugaan kuat. Upaya harus dibuat untuk menghindari agen penyebab kapan saja memungkinkan. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya.

Setelah terjadinya serangan asma, apabila penderita sudah merasa dapat bernafas lega akan tetapi disarankan untuk meneruskan pengobatannya sesuai obat dan dosis yang diberikan oleh dokter.

PENUTUP
Penyakit Asma (Asthma) adalah suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernafasan (bronchiale) pada paru dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale sehingga mengakibatkan penyempitan saluran nafas yang akhirnya seseorang mengalami sesak nafas. Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :

Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah penderita asma
Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).
Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit.
Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.

Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri

SARAN:
Agar terhindar dari penyakit-penyakit kita harus mengonsumsi makanan-makanan yg bergizi dan olahraga yg cukup.
ReadmoreMakalah Penyakit Asma dan Cara Pencegahannya

Ciri Wanita Terkena Gejala dan Faktor Penyebab HIV/AIDS

Ciri Wanita Terkena Gejala dan Faktor Penyebab HIV/AIDS- - -Jika anda terinfeksi virus HIV, anda juga lebih rentan mengalami kanker, khususnya kanker servik, lymphoma dan Kaposi’s sarcoma. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh, HIV sendiri adalah virus yang jika menginfeksi dapat menyebabkan menurunnya kemampuan dalam melawan infeksi virus, bakteri, jamur, parasit yang masuk ke dalam tubuh, sedangkan AIDS Acquired immunodeficiency syndrome) adalah tahap lanjutan dari infeksi virus HIV. Penularan virus HIVdapat terjadi melalui darah, air mani, hubungan seksual atau cairan vagina. Namun virus ini tidak dapat menular lewat kontak fisik biasa seperti berpelukan, berciuman, atau berjabat tangan dengan seseorang yang terinfeksi HIV atau AIDS.

Gejala HIV / AIDS
Gejala HIV dan AIDS bervariasi tergantung dari fase infeksinya.
Infeksi awal
Ketika infeksi HIV pertama, anda mungkin tidak akan mengalami tanda atau gejala apapun. Tetapi dalam beberapa minggu anda dapat mengalami:
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Radang tenggorokan
  • Pembengkakan kelenjar limpa
  • Ruam
Infeksi selanjutnya
Anda mungkin tidak akan mengalami gejala apapun dalam waktu 8 sampai 9 tahun, atau bahkan lebih. Tapi seiring dengan virus yang melipatgandakan diri dan merusak sistem imun, anda mungkin akan mengalami infeksi ringan atau gejala kronis seperti:
  • Pembengkakan node limpa – sering merupakan tanda awal infeksi HIV
  • Diare
  • Hilang berat badan
  • Demam
  • Batuk atau napas yang pendek
Infeksi tahap akhir
Dalam waktu sekitar 10 tahun atau lebih setelah infeksi pertama, masalah yang lebih serius dapat terjadi yang diistilahkan dengan AIDS dan dapat terjadi:

Infeksi yang terjadi ketika sistem imun lemah, seperti pneumocystis carinii pneumonia (PCP)
Kadar CD4 lymphocyte 200 atau lebih rendah – normalnya adalah antara 800 sampai 1.200

Seiring dengan perkembangan AIDS, sistem imun anda telah mengalami kerusakan parah. Infeksi akan mudah terjadi. Tanda dan gejalanya adalah:
  • Berkeringat di malam hari
  • Menggigil atau demam lebih dari 38 Celcius untuk beberapa minggu
  • Batuk kering dan napas pendek
  • Diare kronis
  • Noda putih pada lidah atau mulut
  • Sakit kepala
  • Pandangan kabur
  • Hilang berat badan
Anda juga dapat mengalami tanda dan gejala pada tahap lanjut infeksi virus HIV itu sendiri, seperti:
  • Rasa lelah yang tidak hilang dan tidak terjelaskan
  • Berkeringat pada malam hari
  • Menggigil atau demam tinggi untuk beberapa minggu
  • Pembengkakan node limpa lebih dari tiga bulan
  • Diare kronis
  • Sakit kepala yang tidak hilang
Demikianlah yang dapat disampaikan Asuhan Dunia Keperawatan mengenai Ciri Wanita Terkena Gejala dan Faktor Penyebab HIV/AIDS, semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi kita semua.
ReadmoreCiri Wanita Terkena Gejala dan Faktor Penyebab HIV/AIDS

Makalah Kesehatan Mengenal Penyakit Jantung Pada Manusia

Mulya Lilik

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menjaga kesehatan jantung sangatlah penting, mengingat jantung sebagai organ utama dalam saluran peredaran darah, Dari itu penting bagi kita untuk melakukan pencegahan dini agar tidak mengalami gangguan ke depannya, Jantung merupakan organ utama dalam menentukan hidup manusia dan sentral organ yang menentukan reaksi kinerja organ tubuh yang lain. Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi kita terutama yang sudah menginjak usia 40 tahun ke atas untuk menjaga jantung agar tetap sehat.

BAB II
PEMBAHASAN
Jantung dapat dikatakan sebagai salah satu organ vital yang harus Anda jaga sebaik mungkin, karena jantung merupakan pusat kehidupan seseorang. Penyakit jantung merupakan istilah yang luas dan digunakan untuk menggambarkan berbagai penyakit yang berhubungan dengan jantung Anda. Penyakit jantung umumnya mengacu kepada penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang dapat meyebabkan serangan jantung, nyeri dada (angina) atau stroke.
Jenis-jenis penyakit jantung :
  • Gagal jantung
  • Gagal jantung atau di kenal dengan bahasa medis Heart Failure, dimana keadaan jantung Anda tidak dapat lagi memasok aliran darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
  • Serangan jantung
  • Serangan jantung atau Heart Valve Disease, terjadi karena salah satu katup jantung Anda tidak dapat berfungsi dengan baik.
  •  Penyakit jantung koroner
  • Penyakit jantung koroner atau Coronary Artery Disease, disebabkan oleh lapisan lemak atau kolesterol di dinding arteri yang menyumbat pembuluh darah Anda, sehingga proses suplai darah dari dan ke jantung terganggu. Penyakit jantung koroner merupakan pembunuh no. 1 di Amerika.
  • Penyakit jantung bawaan
  • Penyakit jantung bawaan atau Congenital Heart Disease juga menjadi salah satu risiko terbesar penyebab penyakit jantung.
Gejala penyakit jantung :
Dada Anda akan sangat terasa nyeri atau sakit (angina), cepat letih dan lelah, sesak napas, sering pingsan, beberapa organ tubuh Anda akan membiru, terjadi pembengkakan pada bagian kaki, perut, atau daerah sekitar mata, dan denyut jantung Anda tidak teratur atau berdebar-debar.

Faktor penyebab penyakit jantung :
Anda merokok? Demi kesehatan Anda mulailah meninggalkannya, karena merokok merupakan salah satu faktor penyebab penyakit jantung, terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol juga memiliki risiko terkena penyakit jantung, stress, kurang istirahat, bertambahnya umur dan faktor keturunan juga menjadi salah satu risiko terbesar penyebab penyakit jantung.

Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan cara :
  •  Berhenti merokok, Apabila Anda merokok dan ingin mengurangi risiko terkena penyakit jantung berhenti merokok menjadi pilihan yang sangat tepat untuk dilakukan.
  • Ubah pola makan, menjadi pola makan yang sehat dan mengurangi makanan yang mengandung kolestrol.
  • Berolahraga, Olahraga memang kegiatan yang sering disepelekan namun pada kenyataannya olahraga sangat baik untuk kesehatan terutama jantung Anda.
  •  Mulailah untuk menyenangkan dan menenangkan diri Anda sendiri, karena stress dan kurang istirahat menjadi salah satu risiko Anda terkena penyakit jantung.
Sayangi jantung Anda dengan merubah gaya hidup menjadi gaya hidup sehat serta merubah pola makan Anda menjadi pola makan yang sehat dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung.
Penyakit jantung koroner atau Coronary Artery Disease, terjadi apabila pembuluh arteri koroner yang menyuplai darah, oksigen dan nutrisi ke jantung Anda tersumbat atau menyempit. Penyakit jantung koroner disebabkan oleh endapan lemak yang secara bertahap menumpuk pada dinding arteri, sehingga proses suplai darah, oksigen dan nutrisi ke jantung Anda terganggu. Proses pengendapan lemak itu disebut dengan aterosklerosis.
Berikut ini penyebab, gejala dan bagaimana cara pencegahannnya :
Penyebab penyakit jantung koroner, meliputi:
  • Kadar kolestrol dalam tubuh Anda tinggi
  • Penyebab penyakit jantung koroner adalah endapan lemak pada dinding arteri koroner, yang terdiri dari kolesterol dan zat buangan lainnya. Ada baiknya untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung koroner, jagalah kadar kolesterol dalam darah Anda.
  •  Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Tekanan darah tinggi menambah kerja jantung sehingga dinding jantung menebal atau kaku sehingga Anda berisiko terkena jantung koroner.
  • Merokok
  • Salah satu zat didalam rokok adalah nikotin, terlalu banyaknya nikotin yang masuk kedalam tubuh dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah.
  • Obesitas
  • Obesitas atau lebih dikenal dengan kegemukan dapat memicu terjadinya tekanan darah tinggi. Orang yang mengalami obesitas akan berisiko terkena penyakit jantung koroner.
  •  Diabetes
  • Orang yang memiliki riwayat diabetes juga berisiko terkena penyakit jantung koroner, terlebih apabila kadar gula darah Anda tidak dikontrol dengan baik.
  •  Faktor umur
  • Risiko penyakit jantung koroner dapat meningkat seiring bertambah usia Anda. Semakin bertambah usia Anda, semakin menurun efektivitas organ-organ tubuh, termasuk sistem kardiovaskulernya. Lebih dari 80 persen penderita jantung koroner berusia di atas 60 tahun. Laki-laki cenderung lebih cepat terkena dibandingkan perempuan, yang risikonya baru meningkat drastis setelah menopause.
Gejala-gejala yang timbul pada penderita jantung koroner
  • Dada Anda akan sangat terasa nyeri atau sakit (angina).
  • Anda akan mengalami sesak nafas.
  • Denyut jantung berdetak tidak teratur (palpitations).
  • Anda mudah lelah dan menjadi lemah.
  • Mual dan mudah berkeringat juga menjadi gejala yang timbul pada penderita jantung koroner.
  • 5 cara jitu agar terhidar dari jantung koroner
  • Tentu saja Anda tidak dapat menolak penuaan dan mengubah garis keturunan, tapi Anda dapat melakukan hal berikut ini untuk mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
  • Kurangi mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak.
  • Perbanyak makan buah, sayuran dan biji-bijian yang mengandung antioksidan tinggi (VitaminA, C dan E).
  • Hindari stress, karena Stress dapat menimbulkan ketidakseimbangan pada fungsi tubuh Anda, dapat meningkatkan tekanan darah, membuat Anda merokok dan makan berlebihan.
  • Menjalani pola hidup yang sehat.
  • Rajin berolah raga. Olahraga dapat memperkuat jantung, membakar lemak dan menjaga kesimbangan HDL dan LDL pada tubuh Anda.
8 Makanan Penurun Kolesterol Pencegah Penyakit Jantung, Penyakit kolesterol tidak hanya dapat menyerang orangtua, tapi juga yang masih berusia muda dan masa umur produktif, Biasanya penyakit dengan peningkatan kolesterol jahat ini akan menyerang orang yang buruk kebiasaan makannya dan gaya hidup yang tidak sehat. Untuk itu, kita harus berusaha menjalani pola hidup yang sehat agar dapat menjaga kolesterol dalam darah tetap normal.

Kita mengetahui bahwasannya kolesterol khususnya kolesterol jahat / Low-Density Lipoprotein (LDL) adalah momok bagi para penderita penyakit jantung dan juga stroke. Karena resiko penyakit jantung koroner dan juga stroke salah satunya adalah peningkatan kadar kolestrol jahat dalam darah. Karena itulah pentingnya dalam hal mencegah jantung koroner.

Ada beberapa jenis makanan dan minuman untuk menurunkan kadar kolesterol sehingga dengan beberapa jenis makanan minuman penurun kolesterol ini akan bisa menurunkan pula akan faktor resiko jantung koroner dan juga memperbaiki kadar kolesterol darah dalam ambang batas normal.

Berbagai jenis makanan penurun kolesterol jahat dapat ditemukan dalam berbagai makanan sehat penurun kolesterol berikut ini yaitu :

1. Buah Tomat. Buah tomat ini juga bisa membantu dalam menurunkan kolesterol. Paling tidak dengan kita meminum 2 gelas tomat atau pun kita bisa membikinnya dengan jus tomat maka akan bisa menurunkan kolesterol yang ada dalam darah terutama adalah kolesterol jahat.

2. Buah Strawberry. Buah strowberry ini banyak mengandung pektin, sejenis serat larut yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat. Sebuah studi menemukan bahwa suplementasi jantung yang sehat dengan diet strowberi memiliki hasil sama dengan diet gandum untuk jantung sehat.

3. Anggur merah. Sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh Dr Jane Freedman dari Boston University Medical School menunjukkan bahwa ternyata orang yang meminum anggur dalam 14 hari secara berturut-turut akan menaikkan kadar kolesterol total dan juga HDL atau kolesterol baik. Jus anggur atau anggur merah (wine) memang terkenal dengan kandungan antioksidannya yang tinggi yang berperan dalam membantu meningkatkan kadar HDL dalam darah.

4. Jus lemon. Menurut American Dietetic Association, kandungan limonoids didalam lemon berguna untuk menurunkan kadar kolesterol jahat. Selain itu, lemon juga sangat kaya akan vitamin C yang merupakan antioksidan yang kuat. Nigerian Journal of Physiological Sciences pernah melaporkan bahwa citamin C yang berasal dari lemon setelah dikonsumsi selama 30 hari bisa menurunkan kolesterol jahat secara signifikan.

5. Berbagai jenis kacang-kacangan. Janis kacang-kacangan ini seperti halnya almond, kenari dan kacang jenis lainnya menurut penelitian memakan beberapa kenari setiap hari dapat menurunkan kolesterol dalam darah kurang lebih sebanyak 27 persen. Menurut lembaga pengawasan obat dan makanan AS (FDA), memakan sekitar segenggam (42,5 gram) kacang almond, hazelnut, kacang tanah, pecan, kacang pinus, kacang pistachio dan walnut, dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Kandungan lemak Omega-3 dan antioksidan pada kacang-kacangan bekerja untuk merehabilitasi kerusakan arteri yang disebabkan oleh lemak jenuh. Sehingga makanan ini adalah salah satu pilihan untuk bisa menurunkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah kita.

6. Berbagai Jenis Ikan. Khususnya lagi adalah ikan laut. Mengganti konsumsi daging dengan ikan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Ini lantaran daging mengandung lemak jenuh yang berperan meningkatkan kadar kolesterol jahat. Sedangkan ikan jenis tertentu, seperti salmon, sarden dan tuna kaya asam lemak omega 3, yang berperan menurunkan trigliserida. Dan ini pun kita harus mengubah pola makan kita dengan pola hidup sehat. karena kebanyakan masyarakat kita lebih menyukai makan daging daripada makan ikan. Padahal kandungan ikan lebih banyak bermanfaat untuk kesehatan kita. Seperti yang tengah gencar digalakkan pemerintah kita khususnya kementrian kelautan untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan laut dalam hal ini adalah berbagai macam jenis ikan.

7. Bawang Putih. Bawang putih ini banyak mempunyai efek yang positif dan baik pada kolesterol jahat tentunya dalam rangka menjaga kolesterol baik. Banyak uji klinis telah melihat peran dan manfaat bawang putih pada penyakit jantung, terutama dengan menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida. American Dietetic Association menyarankan agar mendapatkan manfaat kesehatan bawang putih, kita harus mengonsumsi 600 – 900 mg (sekitar 1 siung segar) per hari. Dan bawang putih ini pun adalah salah satu bumbu masakan yang selalu ada dalam menu keseharian kita juga dan kita mengenal dalam kehidupan kita sehari-hari.

8. Berbagai Macam Sayuran Hijau. Sayuran hijau banyak terdapat dalam negara kita Indonesia yang tercinta ini. Sayuran hijau ini banyak mengandung vitamin B kompleks dan niasin yang mencegah pembekuan arteri dan pembekuan arteri ini juga yang bisa memicu terjadinya penyakit jantung koroner dan juga stroke. Contoh sayuran hijau yang banyak diantaranya yaitu : bayam, seledri, kapri, brokoli, sawi hijau dan lain-lain.

Dengan kita bisa mengenali akan berbagai macam makanan minuman penurun kolesterol ini akan bisa menjaga kesehatan jantung kita dan terhindari dari berbagai macam jenis penyakit jantung.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Menjaga kesehatan jantung merupakan hal yang paling utama yang harus kita lakukan , karna jantung adalah organ terpenting dalam tubuh kita. Namun, tidak ada salahnya jika kita menjaga kesehatan organ-organ lain.

Penutup
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
ReadmoreMakalah Kesehatan Mengenal Penyakit Jantung Pada Manusia

Kelainan Bentuk dan Perubahan Warna Kuku



Sekitar 50% kelainan bentuk kuku disebabkan oleh infeksi jamur dan hasil terakhir dari berbagai penyebab, termasuk trauma, psoriasis, lichen planus, dan kanker. Obat-obatan, infeksi dan penyakit tertentu dapat menyebabkan perubahan dari warna kuku (chromonychia). Contohnya, infeksi dengan bakteri pseudomonas dapat menyebabkan perubahan warna kuku menjadi kuning kehijauan.
Birth Deformities : Beberapa bayi dilahirkan tidak berkuku (anonychia). Pada nail-patella syndrome , kuku hilang atau mengecil berlubang dan bergelombang. Penyakit Drier menyebabkan bercak warna merah dan putih pada kuku dan membentuk sudut V yang tajam pada ujung kuku.
Deformities / kelainan yang berhubungan dengan penyakit : kadangkala, penyakit yang berhubungan dengan organ-organ lain bisa menyebabkan perubahan pada kuku.
  • Pada sindrom plummer-vinson, banyak orang mengalami lekukan, kuku berbentuk-sendok (koilonychias).
  • Orang dengan kekurangan zat besi bisa juga mengalami kuku berbentuk sendok
  • Gagal ginjal bisa menyebabkan sebagian bawah kuku menjadi putih dan sebagian ujung kuku menjadi merah jambu atau nampak berpigmen (setengah dan kuku setengah)
  • Sirosis hati bisa menyebabkan kuku menjadi putih, meskipun bagian yang sangat ujung pada kuku bisa tetap pinker (kuku terry). Kadar rendah protein darah disebut albumin (yang bisa terjadi pada orang dengan sirosis hati) bisa menyebabkan garis putih yang horizontal terbentuk pada kuku.
  • Beberapa penyakit paru-paru bisa menyebabkan sindrom kuku kuning, dimana kuku menjadi tebal, terlalu melengkung, dan berwarna kuning atau kuning kehijauan.
  • Lymphedema, penumpukan cairan lymphatic pada jaringan, juga bisa menyebabkan sindrom kuku kuning.
  • Orang yang mengalami infeksi virus immunodeficiency manusia (HIV), hyperthyroidism, atau sindrom cushing bisa mengalami melanonychia striata
Kelainan bentuk yang berhubungan dengan penyakit kulit
Kadangkala, penyakit kulit juga mempengaruhi kesatuan kuku dan bisa merubah penampilan kuku. Beberapa obat-obat yang diberikan untuk mengobati penyakit kulit bisa merubah piringan kuku. Misalnya, retinoid, seperti isotretinoin dan etretinate, bisa menyebabkan kekeringan dan kerapuhan pada kuku.
  • Pada psoriasis, kuku bisa mengalami lubang tidak teratur (tekanan kecil pada permukaan kuku), bercak minyak (bercak kuning kecoklatan dibawah kuku), terpisahnya piringan kuku dari alas kuku (onycholysis), dan penebalan atau hancurnya piringan kuku.
  • Lichen planus pada alas kuku menyebabkan luka parut dengan kuku lebih cepat membubung dan pecah, kemudian menyebabkan pterygium terbentuk. Pterygium pada kuku tergores dari dasar kuku keluar dalam bentuk V, yang menyebabkan hilangnya kuku.
  • Orang dengan aloprecia areata, sebuah gangguan dimana bulatan, tambalan yang tidak teratur pada rambut tiba-tiba hilang, bisa mengalami lubang kuku teratur yang membentuk sebuah pola.
  • Trachyonychia keras, kuku buram-bisa terjadi dengan aloprecia areata, lichen planus, penyakit kulit atopic, dan psoriasis. Trachyonychia lebih sering terjadi pada anak-anak.
Obat-obatan : obat-obatan tertentu menyebabkan perubahan warna pada kuku. Biasanya perubahan warna menjadi sembuh setelah obat dihentikan dan kuku bertumbuh.
  • Obat-obatan kemoterapi seperti bleomycin bisa menyebabkan piringan kuku menjadi gelap (hyperpigmentation). Pigmen horizontal (transverse) atau kumpulan berwarna putih bisa juga terlihat pada orang yang diobati dengan obat-obatan kemoterapi tertentu.
  • Choloroquine, sebuah obat yang digunakan dalam pengobatan infeksi parasit dan jenis penyakit autoimmune tertentu, bisa menyebabkan alas kuku menjadi biru-kehitaman.
  • Perak, yang bisa diserap setelah berhubungan dengan okupasi atau melalui penggunaan suplemen makanan mengandung protein perak colloidal, bisa menyebabkan kuku menjadi biru keabu-abuan gelap.
  • Obat-obatan yang mengandung emas, yang kadangkala digunakan dalam pengobatan rheumatoid arthritis, bisa merubah kuku terang atau cokelat gelap.
  • Minocycline, sebuah antibiotik, bisa menyebabkan perubahan warna biru.
  • Zidovudine (AZT), sebuah obat untuk mengobati infeksi HIV, bisa menyebabkan garis longitudinal cokelat-kehitaman. Meskipun begitu, garis ini bisa juga terdapat pada orang yang mengalami AIDS tetapi tidak menerima AZT.
  • Racun arsenik keras bisa menyebabkan garis putih horizontal untuk terbentuk pada kuku.
Melanonychia striata : melanonychia striata adalah garis cokelat-kehitaman pada piringan kuku disebabkan oleh pigmen melanin cokelat. Garis tersebut meluas dari dasar kuku menuju ujungnya. Pada orang berkulit gelap, garis ini kemungkinan normal dan tidak memerlukan pengobatan. Perubahan Pigmen serupa bisa juga disebabkan oleh tahi lalat atau kanker kulit disekitar atau dibawah kuku, sehingga dokter perlu untuk meneliti kulit disekitarnya.
Onychogryphosis : Onychogryphosis adalah gangguan dimana kuku, paling sering pada ibu jari kaki, menjadi menebal dan menjadi sangat bengkok, tampak melengkung (kuku terompet ram). Kuku yang melengkung seperti kait bisa melukai jari kaki diantaranya dan disebabkan oleh salah satu sisi pada kuku berkembang cepat dibandingkan yang lain. Gangguan ini meliputi kerusakan pada alas kuku, yang paling sering disebabkan oleh luka berulang (seperti oleh sepatu yang tidak pas), tetapi bisa juga terjadi pada gangguan seperti psoriasis. Onychogryphosis umum pada orang tua. Kuku tersebut harus dirapikan, dan luka disekitar jari kaki bisa dicegah dengan menempatkan kapas diantara jari kaki. Alas kaki atau stocking yang bersamaan oada jari kaki harus dihindari.
Onycholysis : Onycholysis adalah pemisahan piringan kuku dari alas kuku atau piring kuku yang hilang sepenuhnya. Yang bisa terjadi dari trauma (seperti pada gerak jalan atau bermain ski dalam waktu lama dengan alas kaki yang tidak pas); dari terlalu semangat membersihkan kuku; dengan penyakit seperti psoriasis dan thyrotoxicosis, atau dari bersentuhan dengan bahan kimia atau obat-obatan tertentu. Obat-obatan yang menyebabkan onycholysis termasuk doxorubicin, bleomycin, captopril, 5-fluoroyricil, dan retinoid. Obat-obatan lain, termasuk tertracycline, psoralen, fluoroquinolone dan quinine, bisa menyebabkan onycholysis paling sering ketika kuku bersentuhan dengan sinar matahari (photo-onycholysis).
Orang dengan onycholysis berada pada resiko infeksi dengan cendawan dan jamur. Menjaga kuku tetap kering dan menggunakan anti jamur preparat pada unit kuku bisa membantu. Onycholysis bisa terjadi pada orang dengan infeksi jamur.
Onychotillomania : orang dengan gangguan ini mencongkel dan menyobek kuku mereka. Manifestasi paling umum adalah kelainan bentuk kebiasaan yang tidak disengaja, dimana orang tersebut sering mencongkel atau menggesek kutikula pusat dengan kuku sebelahnya. Hal ini paling sering terlihat pada ibu jari dan menyebabkan penampilan seperti papan cuci pada pusat piringan kuku. Onychotillomania bisa juga menyebabkan pendarahan dibawah kuku (wasir subungual), infeksi pada unit kuku, dan bahkan piringan kuku yang hilang sepenuhnya.
DIAGNOSA
Dokter sering membuat diagnosa dengan pemeriksaan . Namun demikian , untuk mengkonfirmasikan diagnosa , dokter perlu mengambil contoh jamur dan melakukan kultur (cara menumbuhkan organisme di laboratorium ).
PENGOBATAN
Jika penampilan kuku tidak membaik dengan pengobatan pada penyakit yang ada, merawat tangan dapat mengaburkan kerusakan dengan menghias dan mengkilatkan.
ReadmoreKelainan Bentuk dan Perubahan Warna Kuku

Kumpulan Berita Lainnya

Loading...