Laporan Praktik Kepemudaan Mata Kuliah PBK

Bookmark and Share
LEMBAR PENGESAHAN
PRAKTIK PROGRAM PENDIDIKAN MASYARAKAT


Jenis Program                          : Program Pembinaan Kepemudaan
Nama Kegiatan                       : Pembinaan Pembuatan Kue Bolu Kukus Pelangi         Di Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar
Nama Pelaksana / NIM           : DASNIMAR / 821527083
Waktu Pelaksanaan                 : 23 September 2013 – 11 Oktober 2013
Tempat Pelaksanaan                : Rumah Praktikan Ibu SITI AMINAH  RT. 07  RW. 02 Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar

Kasikan, 11 oktober 2013
Diketahui Oleh :

Ketua PKK Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu


RATIH KUMALAJASA


Instruktur Mata Kuliah




EDDY NOVIANA, M. Pd
NIP : 19821120 200912 1 004


Disetujui Oleh :
Kepala UPBJJ Pekanbaru
Universitas Terbuka



……………………………
  NIP :

Kepala Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu


H. SYAFRIANTO, S. E
 
















KATA PENGANTAR
Dengan ucapan Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, dengan karunia-Nya berkenan melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kami mampu menyelesaikan Laporan Pelaksanaan Program Kepemudaan dengan tepat waktu.
Potensi yang dimiliki pemuda sangat diperlukan dan merupakan salah satu modal dasar pembangunan yang mutlak diperlukan sehingga perlu ditumbuhkembangkan agar mereka dapat berperan secara aktif dalam mengisi pembangunan melalui peningkatan kemampuan dan kemanfaatan mereka sendiri sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.
Jiwa kewiraswastaan dan kewirausahaan sangat perlu dimiliki oleh para pemuda dengan harapan agar mereka dapat mengembangkan segala kreatifitasnya guna meningkatkan kecakapan hidup dalam segala aspek kehidupan.
Kami menyadari masih banyak kekurangan di dalam pembuatan laporan ini. Oleh karena itu kritik dan saran sangat kami perlukan dari semua pihak demi kesempurnaan laporan ini.
Laporan Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan tentang “ Laporan Praktik Pembinaan Program Kepemudaan yaitu Membuat “ Kue Bolu Kukus Pelangi ” ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan PDGK 4406. Ucapan terima kasih kepada Dosen pembimbing Bapak Eddy Noviana, M. Pd, dan kepada para mitra masyarakat juga kepada Kepala Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar yang selama ini berinteraksi dan banyak membantu.
Laporan ini juga sebagai bahan dokumentasi yang dapat dinilai yang harapannya dapat bermanfaat dalam proses pembelajaran ke depan.

Kasikan, 11 Oktober 2013
Penulis

DASNIMAR
NIM. 821527083
Ucapan terima kasih juga kami haturkan kepada semua pihak yang telah berkenan membantu dalam Pelaksanaan Program Pelatihan ini sampai akhir laporan dan kami mohon maaf atas segala kekurangan baik pada pelaksanaan program maupun laporan yang kami sajikan.


DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN  ………………………………………………………i
KATA PENGANTAR ..............................................................................................ii                                                                                                                                                                                                          i
DAFTAR ISI ...........................................................................................................iii

BAB I                   PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang ...................................................................................................1
B.    Tujuan Kegiatan ................................................................................................3
C.     Hasil Kegiatan ....................................................................................................3

BAB II      PELAKSANAAN KEGIATAN

A.    Tempat dan Waktu Pelaksanaan/Pelatihan ........................................................4
B.     Materi Pelatihan ................................................................................................4
C.     Strategi dan Deskripsi Jalannya Kegiatan .........................................................6

BAB III    TEMUAN DAN HASIL

A.    Hasil Evaluasi Proses ........................................................................................7
B.     Hasil Evaluasi Produk    .....................................................................................8
C.     Pembahasan    ....................................................................................................8
D.    Gambaran Keaktifan Peserta Latihan    .............................................................9

BAB IV    PENUTUP

A.    Kesimpulan ......................................................................................................11
B.     Saran ................................................................................................................11
C.     Tindak Lanjut .................................................................................................12
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran Format Identifikasi ...............................................................................13
Daftar Peserta Pratik Program Kepemudaan­­­­­­  ........................................................14
Lampiran Rekomendasi ..........................................................................................15

BAB I
PENDAHULUAN
A.                Latar Belakang

Krisis moral (nilai) yang melanda bangsa Indonesia saat ini khususnya generasi muda membuat kekhawatiran tersendiri bagi  orang tua dan masyarakat. Arus aliran pola kehidupan budaya barat yang sulit dibendung melalui media massa dan elektronika menjadi pemicu munculnya perilaku negatif anak muda. Pola pergaulan bebas, miras dan narkoba menjadi tren pergaulan anak muda sekarang. Fakta di atas membuktikan bahwa peran dan partisipasi generasi muda dalam pembangunan sangatlah rendah. Padahal modal utama keberhasilan pembangunan adalah generasi muda itu sendiri.

Selama ini masyarakat awam beranggapan bahwa pendidikan moral (nilai) bagi generasi muda sudah cukup didapat dari sekolah formal, padahal kenyataannya pendidikan moral (nilai) yang mereka peroleh di sekolah sangatlah minim. Hal ini dikarenakan materi di sekolah formal lebih banyak memberikan pengetahuan yang bersifat umum daripada pengetahuan yang bersifat moral (nilai).

Sejalan dengan diberlakukan UU No.32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah, telah terjadi perubahan yang semula berasas sentralisasi menjadi desentralisasi dengan adanya perubahan yang dimaksud. Mestinya akan membawa dampak yang sangat besar bagi kita karena termasuk tingkat keikutsertaan para pemuda di dalam segala aspek kehiupan yang dijalaninya.

Oleh karena itu agar para generasi muda tidak terlanjur terjerumus dalam perilaku negatif, diperlukan suatu wadah keterampilan dalam masyarakat untuk menampung segala macam pemikiran para generasi muda sehingga dapat berkembang dengan perilaku yang positif. Selain itu perlu adanya suatu wadah keterampilan untuk meningkatkan sumber daya manusia dan peran para generasi muda dalam bidang keterampilan, agar memiliki potensi untuk masa yang akan datang. Khususnya para pemuda RT 07 RW 02 Desa Kasikan.

Direktorat kepemudaan menyimpulkan life skills dalam 3 kelompok yaitu :

Kecakapan Personal Artinya : pemuda harus mampu berfikir rasional yang ditunjukkan dengan adanya sikap mampu menggali dan menemukan informasi, mengolah informasi, mengambil keputusan dan mampu memecahkan masalah secara kreatif. Kecakapan Sosial Artinya : pemuda harus mampu berkomunikasi, menjalin kerja sama dan menjaga keharmonisan terhadap relasi/hubungan yang dimiliki. Kecakapan Focational Artinya : pemuda harus mampu menumbuhkembangkan sifat-sifat kejujuran dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki semangat untuk bekerja keras. Untuk membantu para pemuda agar terus meningkatkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya maka diperlukan konsep yang tepat dalam lembaga kepemudaan agar termotivasi untuk maju.

Apabila lembaga kepemudaan tersebut dapat dikelola dan dikembangkan secara aktif dan kreatif, tentunya dapat menghasilkan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi kemandirian menuju sumber daya manusia yang potensial bagi kemajuan dirinya sehingga pada akhirnya untuk kemajuan daerahnya.

Program-program yang dapat diciptakan guna meningkatkan partisipasi pemuda, dapat berupa keterampilan, kewirausahaan, kepeloporan dan kepemimpinan. Melalui program-program yang dimaksud akhirnya penulis menyadari tidak mampu secara menyeluruh dapat mengembangkan program-program yang ada.

Seiring kemajuan jaman yang semakin pesat, maka dibutuhkan tenaga-tenaga ahli dibidang keterampilan aneka ragam masakan. Mulai dari masakan tradisional sampai modern. maka diperlukan tenaga-tenaga yang trampil dan cekatan serta ulet sehingga pemuda mempunyai keterampilan yang baik dan terprogram.

Oleh karena itu agar para generasi muda tidak terlanjur terjerumus dalam perilaku negatif, diperlukan suatu wadah keterampilan dalam masyarakat untuk menampung segala macam pemikiran para generasi muda sehingga dapat berkembang dengan perilaku yang positif. Selain itu perlu adanya suatu wadah keterampilan untuk meningkatkan sumber daya manusia dan peran para generasi muda dalam bidang keterampilan, agar memiliki potensi untuk masa yang akan datang. Khususnya para pemuda RT 07 RW 02 Desa Kasikan. Maka Penulis tertarik mengadakan pelatihan dengan judul “ Pembuatan Kue Bolu Kukus Pelangi ”.

B.                Tujuan  Kegiatan

1.      Umum

a.         Meningkatkan sumber daya manusia yang mempunyai Life Skill.
b.        Melatih pemuda agar menggali potensi dirinya sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya.
c.         Membangkitkan sikap partisipasi dalam pembangunan di lingkungannya.
d.        Memotivasi pemuda agar suka bekerja keras dalam menghadapi tantangan jaman yang penuh dengan persaingan menuju globalisasi.

2.      Khusus

a.         Memiliki ketrampilan khusus dibidang pengolahan aneka ragam kue.
b.        Mempersiapkan diri memperoleh pengetahuan yang lebih luas tentang pemasaran kue.





C.                Hasil  Kegiatan

1. Dari tujuh orang yang mengikuti program pelatihan dalam bidang pembuatan kue hasilnya cukup memuaskan, dua orang perlu penyempurnaan dengan latihan yang lebih optimal.
2. Hasil pelaksanaan kegiatan secara umum sudah berhasil dengan baik, dilihat dari kualitas yang didemonstrasikan (uji kompetensi).
























BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

A.                Tempat dan Waktu Pelaksanaan/Pelatihan

1.        Tempat
Tempat Pelaksanaan/Pelatihan

Adapun tempat dan sarana pelaksanaan peraktik Pembinaan Program Kepemudaan Membuat Kue Bolu Kukus Pelangi adalah di rumah praktikan dari salah satu warga belajar tepatnya di :

Rumah Praktikan        : Ibu SITI AMINAH
Alamat                        : Kp. Paitan RT. 07 RW. 02
Desa Kelurahan           : Desa Kasikan Kec. Tapung Hulu Kab. Kampar
Kode Pos                    : 28464

2.        Waktu
Waktu Pelaksanaan/Pelatihan

Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan selama 5 (lima) hari dalam satu Minggu yaitu setiap hari Senin sampai dengan hari Jum’at mulai tanggal 23 September sampai dengan 11 Oktober 2013, dimulai pada pukul 13.00 WIB sampai selesai 16.00 WIB.

B.                Materi Pelatihan

Pembuatan Kue Bolu Kukus Pelangi
Bahan – bahan.
1.        Tepung Terigu                              7. Sprite
2.        Gula Pasir                                     8. Pewarna Makanan
3.        Telur                                             9. Vanillie.
4.        Baking Powder
5.        TBM
Alat yang digunakan.
1.        Kertas pelapis Bolu Kukus Pelangi
2.        Loyang Bolu Kukus Pelangi.
3.        Mixer.
4.        Baskom, Mangkuk, Sendok Makan.
5.        Talam.
6.        Dandang / Panci.
7.        Kompor.
8.        Plastic Packing.

Langkah-langkah Kegiatan :

1.        Baca Basmalah ( berdoa mudah – mudahan kue Bolu kukus pelanginya enak dan hasilnya memuaskan ).
2.        Membuat adonan kue bolu kukus pelangi.
·         Campurkan semua bahan ( tepung terigu, gula pasir, telur, TBM, baking powder, sprite, vanillie ) kedalam baskom.
·         Kemudian kocok adonan kira – kira  30 Menit, hingga adonan tercampur rata.
·         Setelah adonan tercampur rata, pisahkan adonan kedalam 3 mangkuk kecil untuk pemberian pewarna makanan ( fasta makanan ).
3.         Proses pengukusan
·         Letakkan kertas pelapis bolu kukus pelangi diatas Loyang bolu kukus pelangi.
·         Kemudian tuang adonan yang tidak diberi pewarna kedalam Loyang yang telah diberi pelapis kue satu sendok makan, kemudian tuang adonan yang diberi pewarna makanan sedikit – sedikit menurut warna yang kita suka.
·         Lalu kukus adonan kedalam panci  10 – 15 menit dengan api yang sedang.
·         Setelah  10 – 15 menit angkat adonan dan kue bolu kukus sudah bisa dipisahkan dari Loyang, dan sudah bisa dicicipi.
4.        Membaca Hamdalah karena proses pembuatan kue bolu kukus sudah selesai.


C.                Strategi dan Deskripsi Jalannya Kegiatan

No.
Pertemuan
Tanggal
Tempat
Materi
Waktu
1
I
Senin,
23 September 2013
Kantor Kepala Desa Kasikan
Mengurus perijinan untuk mengadakan pelatihan pada Kepala Desa Kasikan
13.00 -16.00
2
II
Selasa,
24 September 2013
Kantor Kepala Desa Kasikan
Sosialisali dan Konsultasi dengan Kepala Desa dan Perangkat Desa mengenai program pelatihan Perkenalan dengan calonWB
13.00 -16.00
3
III
Rabu,
25 September 2013
Kantor Kepala Desa Kasikan
Visitasi/sosialisasi program (Penggambaran), Tanya jawab dengan WB mengenai meteri praktek yang akan dilaksanakan
13.00 -16.00
4
IV
Kamis,
26 September 2013
Kantor Kepala Desa Kasikan
Penjaringan dan pendataan WB yang menjadi sasaran pelaksanaan program pelatihan.
13.00 -16.00
5
V
Jum’at,
27 September 2013
Rumah Praktikan Kp. Paitan
Penjelasan secara rinci alat-alat dan bahan yang harus disediakan untuk  membuat tapai ketan
13.00 -16.00
6
VI
Senin,
30 September 2013
Rumah Praktikan Kp. Paitan
Menjelaskan langkah-langkah pembuatan tapai ketan
13.00 -16.00
7
VII
Selasa,
01 Oktober 2013
Pasar Kasikan
Belanja alat-alat dan bahan-bahan untuk pembuatan tapai ketan
13.00 -14.00
8
VII
Rabu,
02 Oktober 2013
Rumah WB. Kp. Paitan
Melakukan demonstrasi secara urut.
13.00 -16.00
9
IX
Kamis,
03 Oktober 2013
Rumah Praktikan Kp. Paitan
Evaluasi hasil, dan perencanaan pemasaran hasil produk tapai ketan
13.00 -16.00
10
X
Jum’at,
04 Oktober 2013
Rumah Praktikan Kp. Paitan
Perpisahan dengan  WB sambil syukuran dan menghidangkan hasil produk
13.00 -16.00
                                                       

BAB III
TEMUAN DAN HASIL


A.           Hasil Evaluasi Proses

No.
Nama
Aspek yang dinilai
Jumlah
Keaktifan
Kerjasama
Keberanian
Produktifitas
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1

Siti Aminah
3
3
3
2
11
2

Puput Amelia
3
3
2
2
10
3

Amilatun
2
2
3
2
9
4

Kasmawati
2
2
2
2
8
5

Yasnita
2
2
2
2
8
6

Legini
2
2
2
2
8
7

Nada Haini
1
1
2
2
6
*Penilaian berdasarkan hasil praktek

Indikator penilain evaluasi proses
Keaktifan        ====> Nilai :

1. Pasif dalam mengikuti kegiatan
2. Aktif dengan bimbingan tutor
3. Aktif tanpa bimbingan tutor

Kerjasama       ===> Nilai :
1. Sulit bekerjasama
2. Bisa bekerjasama
3. Senang membantu teman
Keberaniaan    ===> Nilai :
1. Belum berani praktek
2. Berani praktik dengan bimbingan tutor
3. Beran ipraktik tanpa bimbingan tutor
Produktifitas   ===>Nilai :   
1. Apabila 3x pratik belum berhasil
2. Apabila 2x pratik belum berhasil
3. Apabila 1x pratik belum berhasil

B.            Temuan Hasil Evaluasi Produk
Berdasarkan pengamatan selama praktik dapat diperoleh gambaran secara global bahwa setiap warga belajar mampu:
1. Menyebutkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Kue Bolu Kukus Pelangi.
2.  Menjelaskan cara dan urutan membuat Kue Bolu Kukus Pelangi.
3.  Membuat campuran/adonan Kue Bolu Kukus Pelangi.
4.  Membuat Kue Bolu Kukus Pelangi.

C.           Pembahasan
Merujuk hasil evaluasi berdasarkan pada praktik Secara detail dapat digambarkan kemampuan setiap Warga Belajar satu persatu yaitu sebagi berikut:
1.        Siti Aminah
Memiliki kerjasama yang sangat baik, dapat aktif, memiliki jiwa kepemimpinan, bisa bekerjasama (team work) dan memiliki keberanian dengan bimbingan tutor, memiliki kerja keras, semangat tinggi.


2.        Puput Amelia
Aktif dalam mengikuti kegiatan, sulit bekerjasama, keberanian sangat baik dan produktifitas cukup tinggi.
3.        Amilatun
Memiliki keaktifan, kerjasama, berani mencoba tanpa bimbingan tutor, namun dari segi hasil/produktifitas agak rendah.
4.        Kasmawati
Berani mencoba, cukup aktif selama kegiatan dan berani dalam melakukan kegiatan praktik, namun dari sisi kerjasama dan produktifitas masih agak rendah.
5.        Yasnita.
Cukup berani dalam melakukan kegiatan praktik, namun dari sisi kerjasama dan produktifitas masih agak rendah. Sangat pasif, kurang bisa bekerjasama, perlu bimbingan tutor untuk pratik.
6.        Legini.
Rajin, aktif, mampu bekerjasama dengan warga belajar lain, serta memiliki keberanian dan produktifitas yang tinggi.
7.        Nada Haini
Jarang masuk, cukup berani dalam melakukan kegiatan praktik, namun dari sisi kerjasama dan produktifitas masih agak rendah, perlu bimbingan secara khusus.

D.        Gambaran Keaktifan Peserta Pelatihan
Hasil evaluasi dari hasil proses dalam praktik pembinaan Program Kepemudaan membuat Kue Bolu Kukus Pelangi adalah menggunakan teknik evaluasi Non Tes, dapat digambarkan diantaranya pengamatan atau observasi sebagaimana dalam tabel berikut :





No.
Nama
Aspek yang dinilai
Jml Skor
Nilai Akhir
Keaktifan
Kerjasama
Keberanian
Produktifitas
1-25
1-25
1-25
1-25
100
1

Siti Aminah
25
25
23
20
93
23,25
2

Puput Amelia
20
22
22
20
86
21,50
3

Amilatun
20
20
20
20
80
20,00
4

Kasmawati
20
15
20
20
75
18,75
5

Yasnita
25
20
15
20
75
18,75
6

Legini
20
20
15
20
75
18,75
7

Nada Haini
15
15
15
20
65
16,25

Keterangan :
a.         20-25        = baik sekali
b.        15-19        = baik
c.         10-16        = cukup
d.        6-9            = kurang
e.         1-5            = kurang sekali







BAB IV
PENUTUP

A.                Kesimpulan
Peranan pemuda dalam Pembangunan Nasional sangatlah signifikan. Pemuda merupakan asset berharga bagi suatu bangsa yang keberadaannya perlu mendapat respon positif dan perhatian lebih dari semua pihak agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang bersifat negatif. Untuk itulah diperlukan suatu konsep, tatanan, dan wadah yang tepat guna menumbuh kembangkan minat, bakat, motivasi, dan juga kreatifitas pemuda.
Salah satu bentuk kegiatan menumbuahkan kreatifitas tersebut adalah berupa praktik lapangan/pelatihan kepemudaan yang dalam hal ini pelatihan membuat Kue Bolu Kukus Pelangi dengan bahan dasar Tepung Terigu. Pelatihan membuat Kue Bolu Kukus Pelangi ini diikuti oleh tujuh (7) pemuda atau bisa disebut sebagai Warga Belajar.
Dalam pelaksanaan praktik/pelatihan membuat Kue Bolu Kukus Pelangi tersebut tidak banyak mengalami kendala yang berarti karena warga  belajar yang sangat antusiasdan bersemangat selama mengikuti pelatihan, serta peran Bapak Kepala Desa beserta perangkat Desa Kasikan
Mudahnya mendapatkan bahan baku berupa Tepung Terigu juga merupakan faktor penentu keberhasilan program kepemudaan yang kami selenggarakan di Desa Kasikan pada tanggal 23 September 2013 sampai 11 Oktober 2013 disamping pula dukungan dari warga sekitarnya yang sangat produktif.

B.        Saran.
Untuk Warga Belajar
Dalam kehidupan yang serba sulit ini diharapkan warga belajar tidak patah semangat dan dapat menekuni, menyukai apa yang sudah dimiliki saat ini berupa ketrampilan, kemampuan dan keahlian yang nantinya dapat dikembangkan dan ditularkan kepada orang lain dengan hati yang tulus dan ikhlas guna membangun desa tercinta kearah yang lebih baik serta ikut mensukseskan gerakan kembali ke desa yang sudah digaungkan pemerintah sejak beberapa tahun yang lalu.
Kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki hendaknya terus ditingkatkan dan ditularkan pada orang lain sehingga nantinya bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun juga bermanfaat bagi orang lain, bangsa dan negara pada umumnya.
C.        TindakLanjut
Kegiatan kepemudaan semacam ini perlu mendapat porsi lebih dari desa berupa pemberian stimulus, baik yang berkaitan dengan dana maupun stimulus berupa motivasi. Pelaksanaan kegiatan kepemudaan secara terprogram, berkelanjutan dapat memberikan bekal kepada para pemuda guna meningkatkan taraf hidup keluarga serta memberikan lapangan kerja baru.


















FORMAT IDENTIFIKASI KEBUTUHAN
KEGIATAN KEPEMUDAAN

Nama               : DASNIMAR
NIM                : 821527083
Pokjar              : TAPUNG HULU
UPBJJ - UT     : PEKANBARU        

NO
Nama Pemuda
Identitas
Minat Kegiatan Kepemudaan
Cita - cita
Jenis kelamin
Usia
Pendidikan
1
Siti Aminah
Perempuan
35
SLTA
Luar Biasa
-
2
Puput Amelia
Perempuan
20
SLTA
Biasa
-
3
Amilatun
Perempuan
21
SLTA
Biasa
-
4
Yasnita
Perempuan
22
SLTA
Biasa
-
5
Kasmawati
Perempuan
24
SLTA
Biasa
-
6
Legini
Perempuan
21
SLTP
Biasa
-
7
Nada Haini
Perempuan
20
SLTA
Biasa
-










                                                  
                                                  

DAFTAR PESERTA PRAKTIK PROGRAM KEPEMUDAAN
PELATIHAN PENGEMBANGAN USAHA
PEMBUATAN KUE BOLU KUKUS PELANGI

Nama               : DASNIMAR
NIM                : 821527083
Pokjar              : TAPUNG HULU
UPBJJ             : PEKANBARU
No.
Nama Pemuda
Identitas
Alamat Rumah
L/P
Usia (thn)
Pendidikan
Status
K/TK/J/D
1
Siti Aminah
P
35
SLTA
K
Kp. Paitan RT.07 RW.02
Desa Kasikan Kec. Tapung Hulu Kab.Kampar
2
Puput Amelia
P
20
SLTA
TK
Kp. Paitan RT.07 RW.02
Desa Kasikan Kec. Tapung Hulu Kab.Kampar
3
Amilatun
P
21
SLTA
TK
Kp. Paitan RT 07 RW 02
Desa Kasikan Kec. Tapung Hulu Kab.Kampar
4
Yasnita
P
22
SLTA
TK
Kp. Paitan RT 07 RW 02
Desa Kasikan Kec. Tapung Hulu Kab.Kampar
5
Kasmawati
P
24
SLTA
TK
Kp. Paitan  RT.07 RW.02
Desa Kasikan. Kec. Tapung Hulu Kab.Kampar
6
Legini
P
21
SLTP
TK
Kp. Paitan RT.07 RW.02
Desa Kasikan Kec. Tapung Hulu Kab.Kampar
7
Nada Haini
P
20
SLTA
TK
Kp. Paitan RT.07 RW.02
Desa Kasikan Kec. Tapung Hulu Kab.Kampar



{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Post a Comment