Analisa Sosial Ekonomi Program Pengembangan Sapi Potong Dengan Sistem Gaduhan “ ( Study Di Kecamatan …(PRT-52)

Bookmark and Share
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.         Latar Belakang
Pada era reformasi dan krisis multi dimensi seperti sekarang ini, pembangunan peternakan di Indonesia dihadapkan pada tantangan yang sangat besar, tantangan dimaksud adalah bagaimana menyediakan produk hasil peternakan dengan harga yang memadai memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat serta menghemat devisa sebagai pendukung berkembangnya sektor lain dalam kegiatan ekonomi. Import daging dan produk – produk asal ternak lainnya yang cenderung meningkat akhir – akhir ini menunjukkan bukti bahwa pembangunan peternakan di Indonesia masih memerlukan penanganan yang lebih serius dan terprogram guna mencapai hasil yang diharapkan.

Pembangunan peternakan sangat penting di dalam mendukung pembangunan nasional. Disamping itu sudah terbukti bahwa, sektor peternakan yang merupakan  bagian dari sektor pertanian relatif lebih bisa bertahan dalam menghadapi tekanan krisis ekonomi seperti dewasa ini.

Salahudin ( 1998 ) menyatakan bahwa dalam kondisi perekonomian sekarang ini, hanya, sektor pertanian yang telah membuktikan mampu tampil sebagai penyelemat. Pada saat ini, pertanian merupakan  satu    satunya sektor yang  tumbuh positip,  sedangkan sektor lainnya tumbuh negatip. Dengan melihat pengalaman selama krisis yang menderita bangsa ini, bagaimanapun dapat mengambil hikmahnya, yaitu pentingnya melakukan reformasi dengan paradigma baru dalam pembangunan pertanian. Sektor pertanian harus mampu dibangun menjadi sektor andalan dan sebagai mesin penggerak perekonomian nasional.
 
Di Indonesia dewasa ini permintaan akan daging sebagai produk peternakan cenderung meningkat. Hal ini dikarenakan masyarakat telah semakin sadar akan pentingnya gizi, walaupun tingkat pendapatan pada umumnya cukup rendah akibat adanya krisis ekonomi. Gizi masyarakat yang bersumber dari protein hewani merupakan zat makanan yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan manusia yang diperoleh dari produk peternakan seperti telur, daging dan susu.

Tingkat pencapaian konsumsi protein hewan asal ternak pada tahun 1991 baru mencapai 3,10 gram per kapita ekuivalen 5,99 kg daging, 2,83 telir dan 4,38 susu per kapita per tahun atau baru mencapai 69 persen dari target normal gizi 4,5 gram per kapita per hari ekuivalen 7,6 kg daging, 3,5 kg telur dan 4,5 kg susu per kapita per tahun ( Anonymous ).

Usaha peternakan sapi merupakan suatu usaha yang umum dilakukan oleh petani di pedesaan, dimana usaha peternakan sapi ini khususnya sapi potong diharapkan dapat menyokong pendapatan petani ternak, namun petani  ternak dalam melaksanakan usaha  sapi potong tidak terlepas dari banyaknya kendala yang mungkin dihadapi, sehingga dapat dikatakan usaha tani ternak ini cukup beresiko. 

Beberapa kendala yang dihadapi dalam usaha sapi potong antara lain masalah iklim, seperti : musim kemarau panjang, hujan yang tidak menentu hal ini  menyebabkan  persediaan  pakan berupa rumput menjadi kurang dan masalah serangan penyakit ternak yang dapat menyebabkan penurunan berat badan seperti adanya cacing hati   ( Fasciola hepatica ) atau bahkan penyakit ternak sapi yang berbahaya karena penularannya cepat seperti penyakit SE  ( Septisemia Epizoatika ), MCF ( Malignant Catarrhal Fever ) dan BEF ( Bovine Ephermexal  Fever ).
Disamping faktor – faktor eksternal ( diluar petani ) terdapat pula faktor internal yang dapat mempengaruhi usaha peternakan sapi kereman, faktor tersebut dapat berupa faktor sosial ekonomi yang melekat pada petani ternak di Indonesia pada umumnya. Faktor tersebut antara lain umur peternak, pengalaman beternak, pendidikan peternak, jumlah anggota keluarga yang terlibat dalam usaha tersebut, jumlah ternak yang dipelihara dan lain – lain.

Sampai saat ini penelitian – penelitian tentang analisa sosial ekonomi program pengembangan sapi potong dengan sistem gaduhan belum banyak dilakukan, oleh karena itu  dengan mengetahui  analisa sosial ekonomi yang dapat  mempengaruhi pengembangan dan pendapatan peternak diharapkan dapat dicari alternativ pemecahannya sehingga pendapatan petani peternak dapat ditingkatkan.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Post a Comment