Analisis Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Dan Implikasinya Terhadap Volume Penjualan Pada Perusahaan Susu Anugrah Di Desa … Kecamatan …(PRT-82)

Bookmark and Share
BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak Juli 1997 berpengaruh hampir seluruh sektor perekonomian di tanah air. Usaha peternakan yang tercakup dalam sub sektor pertanian merupakan salah satu penggerak perekonomian tidak luput dari imbas krisis yang terjadi. Namun sektor pertanian mempunyai peran dan kemampuan tersendiri dalam kondisi perekonomian normal maupun dalam keadaan krisis sekarang ini. Sektor pertanian memiliki local content relatif lebih tinggi dibandingkan dengan komoditi manufaktur non pertanian, sehingga kembali dijadikan sebagai salah satu katup penyelamat pembangunan ekonomi nasional.

Perubahan yang terjadi saat ini akan sampai pada tingkatan yang tidak terbatas. Apa yang terjadi akan terus berkembang secara cepat dan terus menerus dibandingkan sebelumnya. Dalam konteks bisnis, perubahan yang cepat ini akan membuat semua perusahaan yang ingin bersaing untuk berfikir bahwa langkah startegis perusahaan dipengaruhi oleh dua hal. Pertama adalah pola fikir konsumen yang dinamis dan kedua adalah pengaruh kekuatan global dengan kemajuan teknologinya. Melihat hal ini, perusahaan dituntut untuk mempertimbangkan salah satu komponen penting dalam pasar yaitu konsumen. Karena dengan memperhatikan keinginan dan kebutuhan konsumen, perusahaan dapat memenangkan persaingan pasar yang semakin fokus terhadap kepuasan pelanggan.

Salah satu perusahaan yang bersaing dalam memasarkan produknya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang mengandung banyak gizi akan membantu menyeimbangkan daya tahan tubuh serta meningkatkan daya fikir seseorang. Susu merupakan salah satu minuman bergizi yang berperan sebagai pelengkap dari penerapan pola makan empat sehat lima sempurna. Hal ini disebabkan susu mempunyai kandungan gizi tinggi yang dibutuhkan oleh tubuh.
 
Strategi pemasaran memainkan peran yang sangat penting dalam membantu kesuksesan suatu perusahaan dalam berbagai kegiatan industri di seluruh dunia. Meningkatnya kepentingan berbagai kebutuhan konsumen,  perubahan teknologi yang cepat, dan tantangan persaingan global menuntut efektivitas strategi pemasaran untuk mempertahankan dan mengembangkan keunggulan bersaing suatu perusahaan. 

Marketing mix merupakan bagian dari strategi pemasaran sebagai rencana yang terarah untuk memperoleh hasil yang optimal dengan mengkombinasikan variabel-variabel pemasaran yang dapat dikontrol (faktor internal). Karakteristik variabel bauran pemasaran yang dapat dikontrol mempunyai fleksibilitas untuk dikombinasikan sedemikian rupa sehingga mampu mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu pentingnya dilakukan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengkombinasian empat komponen bauran pemasaran yang berimplikasi signifikan terhadap penerimaan. 

Pencapaian tujuan perusahaan tidak hanya dipengaruhi oleh komponen bauran pemasaran yaitu variabel yang dapat dikontrol, tapi dipengaruhi oleh variabel-variabel yang tidak dapat dikontrol (faktor eksternal) yang terdiri dari lingkungan mikro (pesaing, perantara, masyarakat, pensuplai, pelanggan ) dan lingkungan makro (kependudukan, kondisi ekonomi, kekuatan sosial dan budaya, kekuatan politik dan hukum, teknologi).

Perusahaan susu Farida adalah salah satu perusahaan yang produk utamanya susu segar mencoba bertahan dari kemelut krisis yang sampai saat ini belum mampu diatasi. Untuk menghadapi kondisi ini, perusahaan susu Farida harus mampu membuat strategi usahanya dengan lingkungan yang terus berubah. Mencari celah berbagai alternatif agar dapat bertahan dan terus tumbuh berkembang sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Tujuan utama suatu perusahaan adalah mencapai keuntungan secara maksimal salah satunya dengan cara memfokuskan pada penjualan produk.

Perusahaan susu Farida berlokasi di Desa Megare Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Perusahaan ini dirintis oleh Ibu Hj. Siti Aminah sejak tahun 1972 yang dimulai dengan seekor sapi betina. Tahun 1994 usaha peternakan sapi perah ini di beri nama “Perusahaan Susu Farida” setelah mendapatkan sertifikat izin usaha. Saat ini (Maret 2006) jumlah kepemilikan sapi perah perusahaan susu Farida 61 ekor dalam berbagai komposisi. Adapun komposisinya terdiri dari 33 ekor sapi laktasi, 5 ekor induk kering, 3 ekor pejantan, 6 ekor sapi dara, dan 14 ekor pedet. Jenis sapi perah yang dikelola adalah Peranakan Friesien Holstein  (PFH). Perusahaan Farida menghasilkan output utama susu segar yang di jual secara langsung ke pelanggannya yaitu loper, konsumen langsung, dan KUD.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Post a Comment