Sekolah Adalah Social Elevator

Bookmark and Share
Kali ini saya ingin sedikit saja membahas secara garis besar mengenai pentingnya Sekolah sebagai sebuah jalan untuk melakukan mobilitas sosial yang dapat meningkatkan status sosial seseorang dari kedudukan atau status sosial yang cenderung rendah ke yang lebih tinggi, iya jawabannya kalau dapat kita asumsikan salah satunya adalah Sekolah. Memang belum merupakan sebuah jaminan bahwa seseorang yang memiliki latar pendidikan atau sekolah yang tinggi dapat memiliki status sosial yang tinggi, dalam prakteknya silakan teman-teman nilai sendiri. Tapi kali ini saya hanya akan membahas gambaran secara umum saja, untuk lebih mendalam dapat dipelajari sendiri dalam berbagai referensi atau kaidah ilmu sosiologi secara mendalam. Dan Untuk pembahasan kali ini saya hanya mengupas permasalahan dari sisi luarnya atau kulitnya saja, karena saya juga bukan seorang sosiolog jadi hanya akan saya paparkan tentang apa yang saya ketahui dan ingin saya bagi kepada teman-teman.


Sebelum membahas lebih jauh, kita perlu melihat terlebih dahulu tentang teori yang berkaitan dengan mobilitas sosial. Teori adalah pondasi atau dasar daripada pemikiran yang akan kita ungkapkan, jadi bila kita mengungkapkan sesuatu maka kita juga harus mengacu pada teori yang berkaitan, karena dari teori itulah kita bisa memahami secara utuh sebuah permasalahan sehingga tidak asal-asalan namun ilmiah. Ibarat membangun sebuah bangunan, maka kita harus membangun dulu pondasi yang kokoh karena bangunan yang akan kita bangun nantinya akan sangat tergantung daripada pondasi itu sendiri. Baik tanpa perlu panjang lebar lagi, kita langsung saja simak berikut ini.
Menurut Paul B. Horton, mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya. Di jaman sekarang ini, mayoritas orang berusaha melakukan mobilitas sosial vertikal ke atas dengan mencari jenis pekerjaan yang paling cocok bagi diri mereka. Jika dalam tingkat mobilitas sosial yang tinggi, orang merasa mempunyai hak yang sama dalam berusaha mencapai status sosial yang lebih tinggi. Namun dalam tingkat mobilitas sosial yang rendah, mayoritas orang hanya terkurung dalam status sosial tertutup. Untuk dapat memahami logikanya dengan mudah, kita harus mengambil contoh agar teman-teman dapat mengerti apa yang saya maksud, jadi bila kita mengatakan sesuatu alangkah baiknya bila kita berikan contoh yang mudah. Contoh dari tingkat mobilitas sosial yang tinggi adalah dalam sebuah negara demokrasi dimana semua orang punya kesempatan yang saya untuk tampil sebagai pemimpin atau pemerintah, sedangkan contoh dari tingkat mobilitas sosial yang rendah adalah dalam sebuah negara kerajaan atau masyarakat berkasta seperti di Negara India dimana dalam sebuah kasta sangat sulit bila seseorang ingin pindah dari satu kasta ke kasta lainnya karena kasta berdasarkan keturunan atau hubungan keluarga.
Yang kita bicarakan kali ini adalah dalam tingkat mobilitas sosial yang tinggi karena Indonesia adalah negara demokrasi, masyarakatnya terbuka dimana seseorang lebih leluasa dan punya kesempatan yang sama untuk berpindah strata, dan di Negara Indonesia siapa saja bisa tampil sebagai pemimpin atau pemerintah tanpa melihat latar belakang keluarganya.
Lalu bagaimana caranya?? Kita asumsikan saja salah satu jawabannya adalah melalui Sekolah. Tapi itu hanya asumsi saja, karena dalam prakteknya seperti yang telah saya katakan sebelumnya bahwa Sekolah yang tinggi bukan merupakan jaminan seseorang dapat menempati strata sosial yang tinggi. Saya mengatakan hal itu berdasarkan fenomena yang terjadi bahwa banyak sekali sarjana tapi pengangguran tidak punya kemampuan, keahlian, dan keterampilan, seorang bergelar doktor juga tidak mampu untuk berkarya, dan sebagainya.
Sekarang kita kembali lagi kepada pengertian Sekolah sebagai social elevator. Lembaga-lembaga pendidikan atau Sekolah secara umum dapat dikatakan merupakan saluran yang konkret dan formal dari jalan untuk mobilitas sosial vertikal ke atas. Dari sinilah saya menganggap Sekolah sebagai social elevator karena dapat mengantarkan seseorang bergerak dari status sosial yang rendah ke status sosial yang lebih tinggi, karena dengan bersekolah maka kita diberikan kesempatan untuk mendapatkan status sosial yang lebih tinggi. Tentu saja asumsi ini hanya berlaku bilamana jika kita lulus dari Sekolah. Ketika kita lulus dari Sekolah maka kita akan mendapatkan selembar kertas yang namanya ijasah. Dari ijasah inilah secara praktis kita akan berusaha mencari pekerjaan yang cocok bagi diri kita. Untuk memahami logikanya kita ambil contoh lagi, seorang anak dari keluarga miskin mengenyam sekolah sampai ke jenjang perguruan tinggi. Setelah lulus ia memiliki pengetahuan dan menggunakan ijasah dari Sekolah itu untuk berusaha sehingga ia berhasil menjadi seorang pengacara, yang secara otomatis telah meningkatkan status sosialnya dari seorang anak dari keluarga miskin menjadi pengacara.
Sampai disini kita dapat memahami bagaimana Sekolah itu berfungsi sebagai sosial elevator. Sekolah merupakan saluran yang konkret karena selama sekolah kita menimba dan menuntut ilmu dan setelah lulus maka kita akan diakui telah mengenyam pendidikan. Sekolah merupakan saluran yang formal karena setelah lulus kita mendapatkan ijasah, dan dari ijasah inilah dapat dikatakan formal karena secara praktis untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan pendidikan yang kita tempuh diperlukan sebuah ijasah sebagai bukti telah lulus. Jadi menurut saya, dijaman sekarang ini mindset teman-teman harus bersekolah dimana saja dan yang penting adalah lulus. Sekolah dimana saja dalam hal ini adalah bersekolah sesuai dengan kemampuan lahir dan batin teman-teman sendiri, saran saya sih bersekolah di tempat yang terdekat dengan domisili teman-teman, jadi tidak perlu merantau jauh kalau memang tidak mampu. Dan yang terakhir saya ingin bilang bahwa dengan bersekolah dan setelah lulus maka jalan kehidupan itu akan menjadi terang benderang karena kita telah mengenyam pendidikan secara formal. Saya mengatakan hal ini karena dengan bersekolah dan setelah lulus kita akan mempunyai paling tidak kesempatan untuk mendapatkan status sosial yang lebih tinggi di masyarakat. Semua itu hasilnya tetap kembali kepada diri kita sendiri, tapi yang jelas kesempatan itu pasti ada tergantung bagaimana kita menggunakan kesempatan itu.

{ 1 comments... Views All / Post Comment! }

HILARIUS SUN RIO said...

seperti apakah social elevator itu?

Post a Comment