Askep VSD (Ventrikular Septal Defek)

Bookmark and Share
Askep VSD (Ventrikular Septal Defek) - Askep VSD (Ventrikular Septal Defek) Setelah kita kemarin membahas mengenai VSD (Ventrikular Septal Defek) yang ditinjau dari segi pengetahuan medisnya maka sesuai yang telah dijanjikan maka kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing mengenai askep VSD dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat sahabat semuanya.

Seperti biasanya dalam melaksanakan asuhan keperawatan dan pada kali ini adalah asuhan keperawatan pasien VSD (Ventrikular Septal Defect) yang pertama kali dilakukan adalah kita para perawat akan melakukan pengkajian untuk bisa menegakkan diagnosa keperawatan VSD ini.

askep VSD (Ventrikular Septal Defek, Blog Keperawatan

1. Pengkajian Umum Pada Askep VSD :
  1. Ukur barat badan,panjamg badan,lingkar kepala secara teratur.
  2. Gambarkan secara umum ukuran dan bentuk tubuh,postur saat istirahat, adanya edema dan lokasi.
  3. Bentuk wajah untuk melihat kelainan seperti : Syndrome Down.
2. Pengkajian Pernafasan
  1. Gambarkan bentuk dada,simetris,adanya insisi,selang di dada atau penyimpa ngan lain.
  2. Gambarkan penggunaan otot-otot pernafasan tambahan : gerakan cuping hidung, retraksi sub sternal dan interkostal atau sub clavia.
  3. Tentukan rata-rata pernafasan dan keteraturannya.
  4. Auskultasi dan gambarkan bunyi nafas,kesamaan bunyi nafas,berkurangnya / tidak adanya udara nafas,stridor,crakles,wheezing.
  5. Gambarkan adanya tangisan bila tidak di intubasi.
  6. Bila diintubasi catat ukuran pipa endotrakeal,jenis dan setting ventilator.
  7. Ukur saturasi oksigen dengan menggunakan oximetri pulse dan analisa gas darah.
3. Pengkajian Kardiovaskular
  1. Tentukan denyut jantung dan iramanya.
  2. Gambarkan bunyi jantung termasuk murmur.
  3. Tentukan poin maksimum impuls ( PMI ),poin dimana bunyi jantung terdengar paling keras.
  4. Tentukan tekanan darah.Sebutkan ekstremitas yang digunakan dan ukuran yang dipakai.Pemeriksaan tidak boleh lebih dari 1 kali.
  5. Kaji warna kuku,membran mukosa bibir.
  6. Gambarkan warna bayi atau anak ( mungkin dapat menunjukkan latar belakang masalah jantung,pernafasan atau darah ).Sianosis,pucat,jaundice, mouting,
  7. Gambarkan nadi perifer,pengisian kapiler ( kurang dari 3 detik )
  8. Pastikan monitor,parameter dan alarm posisi “On”
4. Pengkajian gastrointestinal
  1. Tentukan adanya distensi abdomen,meningkatnya lingkar perut,kulit yang terang ( bright ),adanya eritema dinding abdomen,tampaknya peristaltik, bentuk usus yang dapat dilihat,status umbilikus..
  2. Tentukan adanya tanda-tanda regurgitasi,waktu yang berhubungan dengan pemberian makan,bila memakai NGT tentukan karakter,jumlah residu,warna, konsisten,PH vairan lambung.
  3. Palpasi area hati.
  4. Gambarkan bising usus,ada atau tidak ada.
  5. Gambarkan jumlah,warna,konsistensi feces.
5. Pengkajian genitourinari
  1. Gambarkan bentuk abnormal dari genetalia.
  2. Gambarkan jumlah ( ditentukan oleh berat badan ), PH dan berat jenis untuk menggambarkan status cairan.
  3. Timbang berat badan ( tindakan yang paling sering dilakukan untuk mengkaji status cairan.
6. Pengkajian neuromuskuloskeletal
  1. Gambarkan gerakan bayi : random,bertujuan,twitching,spontan,tingkat akti fitas dengan stimulasi,evaluasi saat kehamilan dan persalinan.
  2. Gambarkan sikap dan posisi bayi/anak : fleksi ayau ekstensi.
  3. Observasi reflek moro,sucking,babinski,plantar dan reflek lain yang diharapkan.
  4. Tentukan tingkat respon.
  5. Gambarkan adanya perubahan pada lingkar kepala ( bila ada indikasi ) ukuran, tahanan fontanel, dan garis sutura.
  6. Gambarkan respon pupil pada bayi yang usia kehamilannya lebih dari 32 minggu.
7. Pengkajian kulit
  1. Gambarkan beberapa perubahan warna,daerah kemerahan,tanda iritasi,abrasi, khususnya dimana terdapat daerah penekanan oleh infus atau alat yang lain kontak dengan bayi/anak,juga observasi dan catat bahan yang digunakan untuk perawatan kulit.
  2. Tentukan tekstur dan turgor kulit : kering,lembut, dan lain-lain.
  3. Gambarkan adanya rash,luka kulit atau tanda lahir.
  4. Gambarkan kateter infus dan jarum yang digunakan dan observasi adanya tana infiltrasi.
  5. Gambarkan adanya infus parenteral : lokasi;arteri,vena perifer,umbilical, sentral.Jenis infus ( obat,saline,dektrose,elektrolit,lemak,TPN ).
8. Temperatur
  1. Gambarkan suhu kulit dan axilla.
  2. Gambarkan hubungan dengan suhu lingkungan.
Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Timbul Pada Pasien VSD :
  1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan bentuk lubang,disfungsi miokard.
  2. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan kongesti paru.
  3. Volume cairan berlebih berhubungan dengan akumulasi cairan ( edema ).
  4. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan tubuh berhubungan dengan nutrisi tidak adekuat.
  5. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan suplai dan kebutuhan oksigen tidak seimbang / ketidakmampuan / kelemahan sekunder terhadap penurunan curah jantung.
  6. Resiko terjadi infeksi berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh, kongestif paru.
  7. Gangguan psikologis pada anak dan atau keluarga berhubungan dengan masa perawatan di rumah sakit.

DAFTAR PUSTAKA
  • Carpenito,L.J ( 1999 )
  • Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan.E.d.2. ECG Jakarta.( 2000 )
  • Diagnosa keperawatan dan masalah kolaboratif Ed.8.EGC Jakarta
  • Doengoes,marylin E ( 1989 ) Nursing Care Plans.F.A Davis company USA Philadelphia
Semikian tadi sahabat mengenai askep Ventricular Septal Defect (VSD) dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Post a Comment