007 MEMBUAT MASALAH BARU DARI MASALAH YANG TELAH ADA (Lanjutan)

Bookmark and Share
MENGUBAH OBYEK PEMBICARAAN

Obyek matematik yang paling banyak dibicarakan (dioperasikan) adalah bilangan real. Bagaimana kalau yang dioperasikan bukan bilangan, tetapi seperti misalnya vector, matriks, fungsi, dsb. Apakah sifat-sifat operasi pada bilangan masih berlaku, seperti assosiatif, komutatif, sifat bilangan nol, dsb masih berlaku, atau syarat apa agar tetap berlaku ?

MENGHILANGKAN ATAU MENAMBAH KONDISI

Beberapa contoh tentang hal ini telah diberikan pada pembahasan ‘mengubah angka’, ‘mengubah geometri’.
Menghilangkan kondisi (syarat tertentu) berarti akan memperlemah kondisi atau akan memperumum pembicaraan, agar obyek yang dibicarakan makin luas. Sebaliknya menambahkan kondisi tertentu akan memperketat syarat (mungkin karena tuntutan masalah nyata)

MENGHILANGKAN ATAU MENAMBAHKAN KONTEKS

Masalah-masalah yang datangnya dari masalah nyata kadang memuat kondisi yang cukup ketat, sehingga kadang tidak mudah diselesaikan dengan pengetahuan matematis yang dimiliki. Masalah matematis kadang disusun (diabstraksikan) dengan menyederhanakan beberapa asumsi detail konteks, sehingga dapat diselesaikan.
Sebaliknya kadang masalah matematika yang bentuk abstraknya mudah dipahami dan diselesaikan soalnya, kadang menjadi agak rumit manakala ditambahkan konteks. Misalkan masalah luas suatu daerah mudah dipahami, tetapai manakala dihadapkan masalah misalnya menutupi suatu daerah tertentu, mungkin akan lain ceritanya.

MENGULANGI PROSES ITERASI

Melalui proses iterasi matematik dengan bantuan program komputer tertentu, kadang dihasilkan obyek atau grafik yang indah. Dengan mengubah fungsi atau kondisi yang telah ada kadang dihasilkan sesuatu yang diluar dugaan kita. Selanjutnya bagaimana penjelasan matematisnya itu menjadi masalah juga.

Sumber: Making Mathematics, Education Development Center, Inc 2000.

{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Post a Comment