TATHAYYUR [meramal dengan melihat kepada Burung, Kupu-kupu dan Binatang Lain] TERMASUK SYIRIK

Bookmark and Share



HUKUM TATHAYYUR

Firman Allah Ta'ala :

"Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak Mengetahui." (QS. Al A'raf : 131)

Mereka (para Rasul) berkata: "Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas".(QS. Yaasin : 19)

Abu Hurairah ra menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لا عدوى، ولا طيرة، ولا هامة، ولا صفرولا نوء، ولا غول

Tidak ada adwa, thiyarah, hamah dan shafar (HR. Bukhari dan Muslim). Dan dalam salah satu riwayat Muslim, disebutkan tambahan:….dan tidak ada nau' serta ghul."

1.  Adwa : penjangkitan atau penularan penyakit. (kecuali atas kehendak Allah)

2. Thiyarah : merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk karena melihat burung, atau binatang lainnya.[atau ada kukpu-kupu dll masuk ke dalam rumah, lalu ditafsiri bahwa akan kedatangan tamu]

3. Hamah : Burung Hantu. Orang-orang Jahiliyyah merasa bernasib sial apabila ada burung hantu hinggap di atas rumah.

4. Shafar : Bulan kedua dalam tahun Hijriyyah. Orang-orang beranggapan bahwa bulan tersebut adalah bulan sial, bulan panas. Anak yang lahir bulan safar, harus di timbang dll

5. Nau' : Bintang. Karena sebab adanya bintang, maka terjadi ini dan itu.

6. Ghul : Hantu atau Gendoruwo, salah satu jenis setan.

Bukhari dan Muslim meriwayatkan pula dari Anas radhiyyallahu 'anhu , ia berkata: "Telah bersabda Rasulullah:

لا عدوى ولا طيرة، ويعجبني الفأل قالوا: وما الفأل؟ قال: (الكلمة الطيبة

Tidak ada adwa dan thiyarah, tetapi fa'lu menyenangkan diriku. "Para sahabat bertanya :" Apakah fa'lu itu?" Beliau menjawab: "Yaitu kalimat thaiyibah (kata-kata yang baik)

Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad shahih dari Uqbah bin Amir, ia berkata: Thiyarah disebut-sebut di hadapan rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliaupun bersabda: Yang paling baik adalah fa'l, dan thiyarah tersebut tidak boleh menggagalkan seorang muslim dari niatnya.

Apabila salah seorang di antara kamu melihat sesuatu yang tidak diinginkannya maka supaya berdo'a:

اللهم لا يأتي بالحسنات إلا أنت، ولا يدفع السيئات إلا أنت، ولا حول ولا قوة إلا بك

"Ya Allah, tiada yang dapat mendatangkan kebaikan selain Engkau; tiada yang dapat menolak keburukan selain Engkau; dan tiada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Engkau."

Abu Dawud meriwayatkan pula hadits marfu' dari Ibnu Mas'ud radhiyyallahu 'anhu:

الطيرة شرك، الطيرة شرك، وما منا إلا، ولكن الله يذهبه بالتوكل

"Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik, dan tiada seorangpun dari antara kita kecuali (telah terjadi dalam hatinya sesuatu hal ini), hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya."

Hadits ini diriwayatkan juga oleh at Tirmidzi dengan dinyatakan shahih dan kalimat terakhir tersebut dijadikannya sebagai ucapan dari Ibnu Mas'ud.

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu Amr, bahwa Nabi bersabda : "Barangsiapa yang mengurungkan hajatnya karena thiyarah, maka dia telah berbuat syirik."Para sahabat bertanya: "Lalu apakah sebagai tebusannya?" Beliau menjawab:"Supaya dia mengucapkan :

اللهم لا خير إلا خيرك، ولا طير إلا طيرك، ولا إله غيرك

Ya Allah. Tiada kebaikan kecuali kebaikan dari Engkau; tiada kesialan kecuali kesialan dari Engkau; dan tiada Sembahan yang haq selain Engkau."

Imam Ahmad meriwayatkan pula hadits dari al Fadhl ibn Al Abbas radhiyyallahu 'anhu:

إنما الطيرة ما أمضاك أو ردك
.
"Sesungguhnya thiyarah itu ialah yang menjadikan kamu terus melangkah atau mengurungkan niat (keperluanmu)."

Wallhu a'lam

***

[Disalin dari Kitab Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab at Tamimi].


Sumber : Catatan Al Akh Anwar Baru Belajar
http://www.facebook.com/note.php?note_id=113034238739760

{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Post a Comment